Makam Muhammad bin Idrus Alhabyi

Makam Muhammad bin Idrus Alhabyi

 Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya


Surabaya - Klinong - Klinong kawasan religi Ampel Surabaya tak lengkap rasanya kalau belum berkunjung ke Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya
Makam Al Habsyi Ampel Surabaya adalah kompleks makan keluarga yang dibangun abad 18 , seperti yang dikisahkan oleh Tuan Hasan Al Habsyi sebagai turunan ke 7 generasi Al Habsyi yang sudah berusia 70 tahun.
Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, bermukim di Surabaya pada pertengahan abad ke-20 silam. Ia adalah seorang habib dan ulama besar, yang wafat di Surabaya pada malam Rabu, 12 Rabi’ul Akhir 1337 H /1917 M. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Ampel Gubah, Kompleks Masjid Ampel, Surabaya.
Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi lebih dikenal sebagai ulama yang mencintai fakir miskin dan anak yatim. Itu sebabnya kaum muslimin menjulukinya sebagai “bapak kaum fakir miskin dan anak yatim.”




Makam Muhammad bin Idrus Alhabyi

Semasa hidupnya ia rajin berdakwah ke beberapa daerah. Dalam perjalanan dakwahnya, ia tak pernah menginap di hotel melainkan bermalam di rumah salah seorang habib. Hampir setiap hari banyak tamu yang bertandang ke rumahnya, sebagian dari mereka datang dari luar kota. Ia selalu menyambut mereka dengan senang hati dan ramah. Jika tamunya tidak mampu, ia selalu mempersilakannya menginap di rumahnya, bahkan memberinya ongkos pulang disertai beberapa hadiah untuk keluarganya.
Ia juga memelihara sejumlah anak yatim yang ia perlakukan seperti halnya anak sendiri. Itu sebabnya mereka menganggap Habib Muhammad sebagai ayah kandung mereka sendiri. Tidak hanya memberi mereka tempat tidur, pakaian dan makanan, setelah dewasa pun mereka dinikahkan. Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi lahir di kota Khala’ Rasyid, Hadramaut, Yaman Selatan, pada 1265 H atau 1845 M. Sejak kecil ia diasuh oleh pamannya, Habib Shaleh bin Muhammad Al-Habsyi. Ayahandanya, Habib Idrus bin Muhammad Alhabsyi, berdakwah ke Indonesia dan wafat pada 1919 M di Jatiwangi, Majalengka. Sedangkan ibunya, Syaikhah Sulumah binti Salim bin Sa’ad bin Smeer.
Ketika menunaikan ibadah haji ke Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah, ia sekalian menuntut ilmu kepada beberapa ulama besar di Al-Haramain alias dua kota suci tersebut. Salah seorang di antara para ulama besar yang menjadi gurunya adalah Habib Husain bin Muhammad Al-Habsyi.
Seperti halnya para ulama yang lain, di masa mudanya Habib Muhammad juga rajin menuntut ilmu agama hingga sangat memahami dan menguasainya. Beberapa ilmu agama yang ia kuasai, antara lain, tafsir, hadits dan fiqih. Menurut Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi, seorang ulama terkemuka, “Sesungguhnya orang-orang Hadramaut pergi ke Indonesia untuk bekerja dan mencari harta, tetapi putra kami Muhammad bin Idrus Al-Habsyi bekerja untuk dakwah Islamiyyah dalam rangka mencapai ash-shidqiyyah al-kubra, maqam tertinggi di kalangan para waliyullah.”


Banyak kalangan mengenal Habib Muhammad sebagai ulama yang berakhlak mulia, dan sangat dermawan. Ia begitu ramah dan penuh kasih sayang, sehingga siapa pun yang sempat duduk di sampingnya merasa dirinyalah yang paling dicintai. Ia selalu tersenyum, tutur katanya lemah lembut. Menjelang wafatnya, ia menyampaikan wasiat, ”Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu ingat kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menganugerahkan keberkahan kepada kalian dalam menegakkan agama terhadap istri, anak dan para pembantu rumah tanggamu. Hati-hatilah, jangan menganggap remeh masalah ini, karena seseorang kadang-kadang mendapat musibah dan gangguan disebabkan oleh orang-orang di bawah tanggungannya, yaitu isteri, anak, dan pembantu. Sebab, dia adalah pemegang kendali rumah tangga.”

Muhammad bin Idrus Alhabyi
Prasasti di Makam Muhammad bin Idrus Alhabyi

Makam Al Habsyi Ampel Surabaya memiliki gaya bangunan dan arsitektur yang indah
Bangunan makam bergaya seni perpaduan Arab dan Eropa terlihat jelas di ornamen ornamen nya

Ada tanda makam ( batu nisan ) pemberian hadiah ratu wilhelmina dari Belanda pada tahun 1839 berbentuk mahkota ratu kerajaan Belanda , Ini membuktikan hubungan baik dua negara

Batu nisan makam yang lainnya yang berada di dalam kompleks Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya  lainnya juga tak kalah indahnya


Muhammad bin Idrus Alhabyi
Makam Saudara Muhammad bin Idrus Alhabyi

Kubah Makam 

Ada yang menarik bagi kami , saat melihat  prasasti  kuno yang menempel dilindungi dengan simbol mirip tanda orang yahudi ( sebuah lingkaran yang diatasnya ada dua segitiga yang bertumpuk silang membentuk gambar bintang ) sempat menjadi perdebatan  para wisatawan religi yang berkunjung di Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya ini .

Ornamen makam Muhammad bin Idrus Alhabyi

Simbol " Bintang Daud " ( The David Star ). Bintang Daud identik dengan simbol dari Kaum Yahudi, tetapi yang membuat saya merasa agak aneh ialah Bangunan ini berada di pemukiman Kaum Muslim yg berada di kawasan Ampel Denta, Apakah umat Yahudi ini (dahulu) hidup berdampingan dengan umat Islam di kawasan ini

Sumber  mengatakan memang dahulu terdapat kaum yahudi di surabaya. Ataukah ini hanya Simbol dengan maksut tertentu? Tetapi dahulu pun di Surabaya terdapat Synagogue yang berada di kawasan Kayoon dan sekarang telah menjadi tanah. 

Simbol " Bintang Daud " dan " Huruf Hijaiyyah " dibawahnya pun sangat membuat kami berskeptis, apa maksutnya. 

Kemisteriusan simbol Bintang Daud itu sangat mungkin bisa berkorelasi dengan huruf hijaiyyah itu. Atau mungkin ini cuma hiasan penuh misteri .


Keramik keramik kuno dan batu nisan yang berusia ratusan tahun  yang  Indah adalah saksi sejarah  peradaban manusia kala itu sehingga harus diamankan dari tangan tangan yang tidak bertanggung jawab

Ornamen lampu antik
Kotak Amal Tua


Batu nisan makam yang lainnya yang berada di dalam kompleks Bangunan cagar budaya 
makam Al Habsyi Ampel Surabaya  lainnya juga tak kalah indahnya

Buah Tin

Batu Nisan hadiah dari ratu belanda di abad 18

Keramik keramik kuno dan batu nisan yang berusia ratusan tahun  yang  Indah adalah saksi sejarah  peradaban manusia kala itu sehingga harus diamankan dari tangan tangan yang tidak bertanggung jawab


Namun Tuan Hasan Al  Habsyi menjelaskan dengan rinci alasan tanda itu ada disana hanya lah sebuah karya seni yang dituangkan oleh pembuatnya tanpa ada maksud apa apa
Ini membuktikan bahwa di abad 18 seni eropa sudah masuk ke Indonesia

Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya berbentuk segi delapan sama seperti bangunan masjid sunan Ampel Surabaya  yang dikelilingi oleh pagar besi yang kokoh dikarenakan untuk melindungi  keoriginalitasan cagar budaya akan tangan tangan jahil manusia yang ingin menjarah ornamen yang ada di Bangunan cagar budaya makam Al Habsyi Ampel Surabaya .



makam keluarga keturunan Muhammad bin Idrus Alhabyi



Diluar bangunan segi delapan , ada beberapa makam dari anggota keluarga lain yangvmasih satu nasab
Tuan Hasan al Habsyi menjelaskan kakaknya yang berusia 75 tahun baru saja berpulang kerahmatullah 2 bulan lalu , tanah makamnya masih merah dimakamkan didepan bangunan makam segi delapan tepatnya didepan mitra musholla keluarga .

" Suatu saat kalau allah SWT berkehendak  , saya harus menutup usia maka saya juga akan dimakamkan disini " terang tuan Hasan Al Habsyi

Dibelakang bangunan makam segi delapan ada buah tin yang tumbuh subur disana , seperti yang tertulis dalam QS: At Tin :1
Buahnya yang kecil berwarna hijau memiliki banyak manfaat dan keistimewaan sehingga namanya diabadikan dalam Alquran oleh Allah SWT

Sayang sekali kami tidak sempat memetik dan merasakan lezatnya buah tin , yang didalam kitab injil disebut sebagai buah ara ( Bunda Tri )


Love Suroboyo
Read More

Upacara 10 November 2016 di Pemkot Surabaya

Risma , Inspektur Upacara

Barisan TNI AD , TNI AL , TNI AU , Polri dan barisan SKPD serta perwakilan pelajar Surabaya  berbaris rapi memenuhi lapangan balaikota Surabaya mengikuti upacara hari pahlawan , Kamis 10 November 2016  

Setiap tahun prosesi upacara hari pahlawan ada yang  berbeda , semakin bagus dan inovatif  diantaranya pagi ini ada pesan pesan semangat para pejuang yang disampaikan diantaranya pesan bung karno " beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya , beri aku 100 pemuda maka akan aku goncangkan dunia"


Satukan langkah untuk negeri mengandung arti bersatu dalam membangkitkan semangat kebangsaan serta kecintaan pada tanah air Indonesia dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia

Bersama para veteran


Kali ini bu risma membacakan Amanat Nasional dari Menteri sosial , khofifah indarparawangsa  diantaranya menyampaikan peringatan hari pahlawan adalah semangat bulat mengedepankan kepentingan golongan diatas kepentingan pribadi , seperti yang diamanatkan oleh bung karno  selaku presiden RI I Indonesia  "

Pada kesempatan ini Risma menganugerahkan penghargaan kepada pemenang lomba - lomba juara 1 ditingkat SKPD kota Surabaya , ada yang dari dunia pendidikan , sosial , ekonomi dan masyarakat.

Tri , salah satu pemenang lomba Kader pemberdayaan masyarakat ( KPM ) yang diselenggarakan oleh bapemas kota surabaya menyampaikan " seperti mimpi , bisa menerima langsung hadiah penghargaan dari ibu Risma , walikota Surabaya " ucapnya sambil berkaca - kaca terharu akan pengalaman pertamanya . ( Bunda Tri )
Read More

Veteran Mengajar Sekolah Kebangsaan di SDN Bulak Rukem I Surabaya

Veteran Mengajar Sekolah Kebangsaan di SDN Bulak Rukem I Surabaya 


Surasanya - SDN Bulak Rukem I No. 258 Surabaya pagi ini ada yang berbeda . Ada sebelas orang Veteran yang datang berkunjung Menjadi guru tamu pada Sekolah Kebangsaan kali ini , konsep kegiatan sekolah kebangsaan,yang dikemas layaknya aktifitas belajar mengajar para veteran saling bergantian dalam memberikan materi membawa kesan tersendiri bagi siswa  , Senin  7/10/2016



Sekolah Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember,  digelar untuk  mengenang kembali sekaligus belajar tentang sejarah perjuangan di Kota Surabaya, serta meneladani sikap patriotisme para pahlawan.


Soemadi selaku ketua ranting Legiun Veteran Repulik Indonesia  mengingatkan kembali kepada ratusan pelajar kelas 1 - kelas 3 SDN Bulak Rukem I Surabaya  agar tidak mudah terpengaruh budaya asing, khususnya budaya yang bersifat negatif. Masuknya budaya asing, dapat dengan mudah melunturkan nilai – nilai luhur perjuangan para pahlawan kota surabaya.



“Tugas para pelajar dalam meneruskan perjuangan para pahlawan adalah dengan cara belajar giat di sekolah. Karena sekolah adalah sarana untuk meneruskan perjuangan. Banyak budaya asing yang masuk dengan mudah, mengajarkan hal – hal baru, namun belum tentu baik bagi kita,” imbuh Soemadi
 

Dengan semangat berapi-api,  I Ketut Sesel menjelaskan tentang perjuangannya saat  ditugaskan di operasi saroya di pulau Timor Timor yang saat ini sudah melepaskan diri dari NKRI menyampaikan " Kami bersama  pasukan mendarat dari laut ke darat yang diikuti oleh TNI AU ,TNI AD ,TNI AD dan POLRI  dikirim tahun 1974 selama 7 tahun membawa kapal pembawa tank , Sesampai di kota dili tepatnya di pantai selatan kami berusaha mempertahankan kedaulatan NKRI hingga titik darah penghabisan " .terangnya


Pada kesempatan ini Muhadi , salah satu anggota Veteran berkesempatan Mengenalkan beberapa tokoh pejuang kemerdekaan yang sudah berjasa untuk indonesia sebelum merdeka

Selama 350 tahun dan dijajah hewan selama 3 setengah tahun , pejuang dan pahlawan yang masih hidup bersatu melawan penjajah  yang masih ada dan tertinggal  di Indonesia  , tepat tanggal 17 agustus 1945 Indonesia  memiliki presiden pertama Ir. Sukarno dan Hatta  dengan Jendral Sudirman  sebagai panglimanya .


Pada sesi tanya jawab, Putra siswa kelas 3 SDN Bulak Rukem I No. 258 Surabaya menyempatkan menanyakan tentang senjata apa yang digunakan untuk melawan musuh  . Sunaryoto menjelaskan, dulu para pejuang memakai bambu runcing namun lama - lama mereka menggunakan senjata rampasan perang dan juga senjata canggih yang dibeli negara seperti meriam , bom , tembak dll

Veteran yang saat ini berkesempatan memberikan materi kebangsaan dari dari beberapa cerita yang berbeda antara lain dari veteran pembela kemerdekaan dalam operasi trikora  membebaskan irian  barat , Veteran  Dwikora  membela konfrontasi  dengan malaysia dan Pembebasan Timor Timor  serta Veteran pasukan perdamaian sedangkan Veteran anumerta  adalah veteran yang meninggal dalam pertempuran .


Sebelum Diakhiri para veteran meminta siswa SDN Bulak Rukem I untuk menyanyikan lagu Indonesia Merdeka , Garuda Pancasila dan lagu daerah jawa timur  cublak cublak suweng dengan penuh semangat dan keceriaan dan diakhiri dengan foto bersama para veteran . ( Bunda Tri)
Read More

Love Suroboyo di Parade Juang Surabaya 2016

Love Suroboyo di Parade Juang Surabaya 2016



Risma melepaskan senyumnya pada warga Surabaya

Surabaya - Ribuan warga Surabaya  berdiri di sepanjang jalan tugu pahlawan Surabaya hingga di taman bungkul Surabaya  untuk menyaksikan  Parade Surabaya Juang 2016 yang diikuti sebanyak  Peserta 6.000 orang dan melibatkan 300 komunitas se-Indonesia ini digelar oleh pemerintah kota Surabaya sebagai puncak rangkaian  peringatan Hari Pahlawan. Minggu 6/10/16 .


Love Suroboyo sebagai komunittas pencinta  Surabaya , tidak ingin ketinggalan moment bagus yang digelar sebagai upaya menumbuhkan kecintaan pada tanah airnya , sesuai tupoksinya shandy selaku ketua komunitas membagi tugas kepada anggota nya di beberapa titik ,diantaranya Muklis di Tugu Pahlawan , Yosi Siola , Uci di Grahadi , kukuh di Taman Bungkul , Mega di santa maria  , Farah di bambu runcing , Cristian  dan beberapa teman lainnya menyebar di sepanjang rute yang akan dilalui parade juang.

Lutfi , Bara dan Hetrian , Love Suroboyo

Lutfi , Bara dan Hetrian ikut masuk di barisan pejuang dengan menggunakan kaos oblong warna putih dan celana coklat memanggul senjata bambu runcing ditangannya sangat gagah bak pejuang 45 , apalagi paras wajah lutfi yang mirip seperti bung tomo lengkap dengan topi atributnya mampu mencuri perhatian warga surabaya yang menyaksikan jalannya parade , mereka dibuat terkagum - kagum melihatnya.


Parade juang Surabaya di mulai dari Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul diperkirakan menempuh jarak sepanjang 6 km ,  disemarakkan dengan Parade 10 unit panser, jeep dan truk rampasan perang.



Parade diawali dengan teatrikal pertempuran 10 november 1945 di Viaduk kereta api Jl Pahlawan dengan menampilkan Teatrikal pertempuran 10 Nopember  ,  Teatrikal  kedua yaitu di titik Siola dengan menampilkan Teatrikal perang Madun dan perang Benteng Kedungcowek .


Selain itu barisan pelajar Nusantara yang bergabung dengan pasukan dari tugu pahlawan dan berhenti di hotel Mojopahit untuk mengikuti upacara dan selanjutnya menuju ke monumen bambu runcing Jalan Panglima Sudirman 7 titik rekonstruksi perang oleh komunitas roode brug Surabaya bersama Reen actor ( pereka ulang sejarah ) dari seluruh Indonesia



DR. Ir. Tri Risma Harini .MT , Walikota Surabaya usai melakukan upacara  bersama para veteran dan ikut menyambut kedatangan  yang hadir peserta  parade Surabaya juang  dengan mengendarai mobil tank TNI AD tersenyum bahagia dan melambaikan tangan kepada warga Surabaya yang hadir menyaksikan kemeriahan parade Surabaya juang 2016 .


Parade surabaya juang ini melanjutkan perjalanan  ke Jl Gubernur Suryo - Jl Panglima Sudirman - Jl Urip Sumoharjo - Jl Raya Darmo - Monumen Polri (Jl Polisi Istimewa - Sekolah Santa Maria (Jl Darmo ) dan berakhir di- Taman Bungkul Surabaya.


Titik keempat aksi teatrikal ada di depan Monumen Bambu Runcing (Teatrikal pidato Bung Tomo dan perang Surabaya) , titik kelima ada di Jl Polisi Istimewa SMAK St Louis (Teatrikal penurunan bendera Jepang dan pengibaran bendera Merah Putih) , titik keenam dilakukan di Depan gedung SMAK Santa Maria (Teatrikal perang 10 Nopember) dan aksi terakhir di Taman Bungkul (Teatrikal pidato Bung Tomo yang melibatkan seluruh peserta parade)


Sementara itu untuk menghindari kemacetan kota akibat parade Surabaya juang 2016 , panitia bekerjasama dengan dinas perhubungan melakukan sistem buka tutup - Perempatan Jl Pasar Besar - Jl Pahlawan - Persimpangan Jl Bubutan - Kebon Rojo - Bank BI sisi barat - Persimpangan Jl Bubutan - Jl Tembaan - Simpang Jl Genteng Kali - Jl Pahlawan - Jl Praban - Simpang Jl Pandegiling - Jl Urip Sumoharjo - Simpang Jl Polisi Istimewa - Jl Urip Sumoharjo - Jl Raya Darmo.

Sedangkan jalur yang ditutup Total adalah arah  - Jl Basuki Rahmat ke arah Jl Gubernur Suryo. - Jl Simpang Dukuh ke arah Jl Gubernur Suryo.- Jl Pemuda ke arah Jl Yos Sudarso.

Sedangkan untuk Pengalihan Arus yang dilalui mulai dari Jl Panglima Sudirman dibuka satu jalur untuk lalu lintas normal.- Lalin Jl Simpang Dukuh dialihkan ke Jl Genteng Kali, Jl Undaan Kulon, Jl Ngemplak.



Maya warga luar Surabaya tepatnya dari Bojonegoro  sengaja hadir untuk menyaksikan jalannya parade Surabaya juang 2016 menyatakan " tidak salah Surabaya di sebut kota pahlawan , lihat atraksi teatrikal nya saja tak terasa air mata menetes penuh haru , saya tidak bisa membayangkan kalo peperangan itu saya alami " jelasnya sambil mengusap tetes airmata yang turun ke pipinya .


Sebelumnya  Heri Lentho ketua komunitas Surabaya Juang menyampaikan kesannya  " Parade Surabaya Juang 2016 Ini adalah  cara Sederhana  kami,  untuk menanam, menumbuhkan, dan menguatkan nilai kepahlawanan dan Kebangsaan....
Dari Bumi  Surabaya, kami menyerukan...
Hentikan Bermungsuhan!
Hentikan Peperangan!" ujarnya . ( Bunda Tri )
Read More

Ratusan Pejuang Tewas di Benteng Kedung cowek

Ratusan Pejuang Tewas di Benteng Kedung cowek


Surabaya - Suara tembakan dan Ledakan bom Terdengar sangat keras di benteng Kedung Cowek Surabaya . Arek - arek Surabaya melakukan perlawanan di Benteng Kedung Cowek dari gempuran tentara Inggris,  sabtu 5/10/2016


Para pejuang bertahan melawan Armada kapal perang Inggris yang datang dari arah perak . tentara rakyat Indonesia ( TKR ) yang dipimpin oleh Kolonel Ponco komandan kopaska berusaha melawan tentara Inggris  hingga titik darah penghabisan .

Dengan berbekal senjata rampasan dari tentara heiho Jepang , para pejuang berhasil menembak jatuh
Helikopter Inggris dari benteng Kedung Cowek,  sebagai benteng pertahanan Tentara Keamanan Rakyat ( TKR  ) pada pertempuran sengit yang terjadi pada tanggal 10 November  1945.

Pertempuran dasyat yang terjadi antara tentara Inggris  dengan tentara pribumi menyisakan Peluru - Peluru yang menembus benteng Kedung Cowek di dinding dinding benteng.

Menurut catatan Ady Setyawan penulis buku  Benteng - benteng Surabaya " Ada 200-an pejuang yang tewas tanpa nama dan tanpa penanda di lokasi benteng Kedung Cowek " jelasnya


Itulah sekilas teatrikal yang diperagakan oleh Kopaska TNI  AL , TNI AD , komunitas Roode Brug Soerabaia dengan menggunakan bom ,  senjata dan Peluru asli bahkan properti dan seragam  yang digunakan pemain teatrikal ada yang asli diimpor dari jepang .


Sebelumnya Kolonel Ponco menyarankan " Untuk teman2 wartawan dan fotografer yang saat ini mengikuti safety briefing bersama komunitas roodebrug soerabaia
penting untuk pengamanan mengamankan diri dari jangkauan tembak maupun jangkauan ledak,  karena kami tidak hanya menggunakan mercon, senjata peluru hampa tapi juga bom peledak " tegasnya

Robin,  salah satu pemain teatrikal dari Roode Brug Soerabaia  bahkan membawa properti berupa peta , radio , telephone dan alat pengirim berita dengan morse asli peninggalan zaman dulu yang masih dalam kondisi bagus dan terawat .


" Acara yang bertajuk " Historical re-enactment photo contest " yang digagas oleh Kopaska , Roode Brug Soerabaia bekerjasama dengan beberapa komunitas  diantaranya Love Suroboyo,  Sentral Digital , Oishi ,  Surabaya Juang  yang dipimpin oleh kolonel Ponco ini digelar dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2016 , dibuka untuk umum dan disiapkan hadiah uang tunai , kaos RBS Corner untuk juara satu hingga enam dengan mempublikasikan ke Instagram atau kirim email ke panitia" Jelas Erik

" sengaja kami kemas dengan lomba foto , agar masyarakat lebih bisa mengeksplorasi wisata sejarah terkait pertempuran  benteng  Kedung Cowek sesuai tema yang kita ambil tahun ini " lanjut Erik ( Bunda Tri )
Read More

Rp. 50.-

                    Rp 50.-( foto : Aini  LS)

Masa Kecilku - Heeeemmmm ..... hari ini aku benar benar bersyukur bisa sampai dititik ini..
Tak pernah kubayangkan , aku bisa menikmati hidup seindah ini...
Apapun yang aku inginkan , pelan tapi pasti bisa aku dapatkan ...

Tak kusangka pembahasan diskusi siang ini dengan teman teman love suroboyo bikin aku baper. ...

Ingatanku menerawang puluhan tahun yang lalu. ..

Seperti biasa pulang sekolah aku langsung mengambil tampah berisi aneka kerupuk yang harus aku jual ke pengunjung pantai ria siap dikepalaku dengan tangan kiri  sedangkan tangan kanan dan badanku mendorong gerobak minuman , seakan waktu sedetik sangat berharga buatku ( time  is money )

Dari satu tempat hingga ke tempat lain seputar pantai ria ,kujajakan daganganku . tak jarang aku keluar masuk gapura motel bila ada pengunjung motel yang ingin beli kerupuk maupun minuman yang aku dorong dengan gerobak minuman.

Disela sela kesibukan jual kerupuk keliling pantai ria , bila ada waktu senggang dan saat sepi pembeli , aku suka membaca tulisan apapun yang aku temukan dijalan walaupun hanya selembar koran bekas bungkus gorengan , maklum aku tak mampu beli koran,  bapakku tahu kalo aku hobby baca , beliau selalu memberi ku oleh oleh koran atau majalah bekas , bahkan untuk buku tulis sekolah aku memakai buku bekas ( didapat bapak dari pasar loak ) aku pilih yang masih bisa ditulisi lalu aku jahit dan disampul dengan kertas bekas kalender .

Sedangkan alat tulis yang aku gunakan , aku buat pensil dari  bambu kuning sebagai alat menulis yang bisa diisi ulang ( dari pensil teman yang putus ) tak lupa ujungnya aku beri karet sebagai pengganti penghapus

Masa kecil yang indah ...

Teman teman  seumuranku hidupnya lebih berwarna dengan lihat aneka hiburan dari tayangan TV
Sedangkan aku g punya TV , agar tak ketinggalan cerita aku selalu up date melalui temanku , namanya supriyatin kebetulan kakaknya diperistri oleh orang terkaya di desaku ( punya TV dan video  yang dibayarkan , dengan bayar Rp.50.- satu kali tayang , teman temanku bisa melihat video dengan film film bagus )

Namun hal itu tidak bisa aku lakukan ( menonton Video / TV ) dikarenakan harus membantu emak jual kerupuk dan minuman di pantai ria , dan yang pasti aku tidak punya cukup uang kalau aku tidak membantu beliau jualan,  kami bukan dari keluarga berada kalau tidak mau kelaparan saya harus membantu bapak dan emak agar kami 10 bersaudara bisa makan.

Dari hasil jualan selalu aku selipkan uang Rp.50.- untuk aku sediakan buat supriyatin ( temanku ) , Untuk bisa tahu cerita tayangan serial film di TV aku harus rela bayar Rp. 50.- Ke temanku untuk satu cerita ( satu serial saja ) dan itu berjalan hingga kami harus dipisahkan oleh waktu.

Masih menancap di ingatanku saat supriyatin terakhir menceritakan film berkelana nya Rhoma Irama , tak kusangka kalau itu adalah cerita terakhir supriyatin padaku menjelang ujian nasional sekolah dasar .

Rasa sedih dan  kehilangan sudah pasti berkecamuk didadaku  namun aku tak berani bertanya ke orang tua supriyatin , pernah kutanyakan pada emakku jawabnya " dia dipingit,  karena mau menikah , sekarang di rumah pamannya di Trenggalek " terang emakku

Tak ada lagi cerita serial TV atau film video yang ada adalah kenangan manis masa lalu .

Saat itu tiba ....

Dirumah mungil ukuran 2,5 x 7 m dengan 12 jiwa aku bahagia walaupun harus berdesakan dalam satu tempat tidur , tak ada sekat antara sumur , kasur dan dapur, hanya selembar kain butut sebagai tabir, namun kami rasakan  susah senang bersama . Sepiring dimakan satu keluarga .

Sore itu bapak pulang membawa kresek  hitam , beliau panggil aku " tik.... tatik  sini.... " teriak bapak sambil tersenyum.
" dalem pak ,.." jawabku..
Kulihat bapak meletakkan kresek hitam itu dengan hati - hati , saat dibuka beliau sampaikan " alhamdulillah  , sekarang kita punya TV " dengan senyumnya yang lebar beliau peluk aku .
Aku tak kuasa menahan tetes airmata bahagia " terimakasih bapak "  ucapku lirih..

Walaupun itu TV bekas dan gambar nya yang hitam putih mulai memudar , bahkan seringkali harus dipukul dulu bila layarnya sudah mulai banyak semutnya , namun kami sekeluarga bahagia ( Bunda Tri )
Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM