PMT Lansia Qoryah Thoyyibah

PMT Lansia Qoryah Thoyyibah
PMT Lansia Qoryah Thoyyibah
Tak terasa , hari telah berganti dengan perputaran siang dan malam sesuai sunnatullah Nya tanpa bisa kita hentikan dan kita putar kembali.

Seiring dengan kehadiran malaikat maut yang menghampiri kita melalui organ tubuh dan panca indera tanpa di sadari .

Mata sudah mulai kabur , gigi mulai berlubang bahkan sudah ada yang tercabut dari akarnya , telinga mulai menurun daya dengarnya , rambut mulai berubah warna dan banyak lagi bukti fisik yang menjadi tanda kehadiran malaikat maut dengan mengirimkan pesan singkatnya
bulan april sudah berlalu berganti bulan mei begitupula dengan hari , tanggal dan menit yang sudah kita sia - sia kan dalam hidup ini , tanpa usaha mendekatkan diri pada Ilahi maka nonsen kualitas diri akan bisa kita capai

Pertanyaannya , sudah kah kita sadari ?
Itulah sedikit Pembekalan rohani yang disampaikan bu Muliana Surabaya di pertemuan posyandu lansia Qoryah Thoyyibah binaan Puskesmas Kenjeran hari ini , merupakan bekal menyiapkan diri menyambut datangnya ramadhan yang suci.

Terimakasih buat para kader yang terus setia mendampingi , Umik nya Akbar , Siti Nurchasanati Apsari , Elok Herlina , Nuraini Maharani , Ida Rusdiana , Indra Yani , Habibah Kenji , Yundrian dkk
Tetap semangat !
Read More

Blusukan ke Gedung Setan

Blusukan Ke Gedung Setan


Surabaya - Komunitas Love Suroboyo Blusukan Ke Salah satu bagunan sejarah yang ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya adalah Gedung Loge de Vriendschap. Gedung ini berdiri di Jalan Tunjungan 80, bersama pak Eddy Samson (saksi sejarah),26/4/17

Gedung Loge de Vriendschap di Surabaya, Jawa Timur adalah salah satu cagar budaya. Sayang, tak banyak orang tahu sejarah bangunan yang kini menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu. Oleh menir-menir Belanda, gedung ini dijadikan sebagai tempat memanggil roh orang mati.

Ada banyak bangunan sejarah di Surabaya, yang dikenal masyarakat, hanya sekadar peninggalan Belanda. Itu pun dikenali dari bentuk bangunan dan prasasti yang ada di bangunan tersebut. 

Sebab, Surabaya kini lebih banyak dihuni masyarakat urban. Bahkan, bangunan-bangunan sejarah itu sudah tak terlihat karena dihimpit bangunan pertokoan dan perkantoran berdiri berderet.

Lokasi tepatnya berada berseberangan dengan Hotel Majapahit yang juga memiliki nilai sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo di zaman penjajahan. 

"Loge de Vriendschap itu tempat perkumpulan aliran kebatinan orang-orang Belanda yang sudah ada di Surabaya sejak tahun 1809,". 

Dan orang-orang Surabaya menyebutnya dulu adalah "Gedung Setan" karena gedung itu dipakai tempat pemujaan. 


Read More

Bukit Jamur Gresik


Bukit Jamur Gresik

Gresik - Panasnya sinar mentari siang hari tak menyurutkan langkah tim #angkringanmatahari dalam Mentadabburi ayat Allah SWT melalui keindahan alam ciptaan Nya , Minggu 23/4/17

Kumpulan batu bekas penambangan yang membentuk jamur - jamur lucu dan indah bak Magnet untuk didekati walaupun kondisi bayangan diri tepat berada ditengah menandakan posisi matahari tepat berada diatas kepala 

Trio ubur ubur yang terdiri dari mbak Diyah , Yundrian, Indra Yani dan Sepeti Ari Susanti mengambil start terlebih dahulu untuk bisa action dan narsis didepan kamera tak mempedulikan panas yang sangat menyengat

Disisi kiri ada bu Muliana Surabaya bersama Hariri cucunya terlihat sedang selfi berdua begitu pula dengan Ida Rusdiana yang membawa putra bungsunya , Khafidz

Hal serupa juga dilakukan oleh sahabatku Habibah Kenji , Nurul Arofah , dan mbak Erna untuk mengabadikan kenangan terindah di bukit jamur nan indah

Terimakasih mas latif , driver kita yang dengan sabar menunggu di tenda kecil yang sangat sederhana tanpa ada pepohonan , hingga kami puas dan selesai bermain , berfoto dan tertawa ceria bersama tim #angkringanmatahari Qoryah Thoyyibah
Read More

Menulis yang Dialami, Menulis yang Dirasakan

Menulis yang Dialami, Menulis yang Dirasakan


Menulis tidak hanya tentang masa lalu. Menulis juga bisa tentang masa kini. Apa yang anda lakukan sehari-hari. Apa yang anda rasakan sehari-hari. Baik senang, susah, dan sedih, bisa ditulis.

Misalkan saja seorang ibu rumah tangga, bisa berbagi tips bagaimana mendidik karakter anak dengan baik. Mulai dari bangun, hingga tidur. Ada orang tua yang berhasil mendidik anaknya agar tidak kecanduan game. Bagikan pengalaman itu melalui tulisan. Niscaya orang tua lain akan sangat membutuhkannya.

Atau seorang guru berbagi strategi dalam mendidik siswanya. Bagaimana mengatasi anak yang nakal atau anak juvenile delinquency. Mendidik sopan dan santun siswa agar hormat dan segan pada guru. Atau guru di sekolah inklusi, berbagi metode dalam mendidik muridnya, terkait bagaimana berlaku adil pada siswa yang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) atau non ABK. Bagaimana menemani mereka dan menjadi “orang tua” bagi mereka.

Pengalaman yang anda tulis sehari-hari akan menjadi dokumentasi pribadi anda, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang. Salah satu penulis dan tokoh yang suka mendokumentasikan kegiatannya sehari-hari adalah Rhenald Kasali. Jika anda membaca bukunya “Disruption” pada halaman 4, Rhenald Kasali menunjukkan bahwa ia sedang menulis di dalam pesawat, di atas selembar kertas. Lalu catatan kertas itu diphoto dan dikirim ke asistennya di Jakarta untuk diketik (ditulis ulang). Setelah diketik, Rhenald Kasali kembali mengeditnya dalam bentuk soft copy menggunakan iPad.

Demikian juga dengan Dahlan Iskan. Ia selalu mendokumentasikan kegiatan sehari-hari. Anda tentu masih ingat catatan Dahlan Iskan ketika ia menjabat sebagai “CEO PLN”, dengan kolom di Jawa Pos yang diberi nama “Ceo’s Notes”. Dahlan Iskam menulis capaian-capaian dan strateginya ketika sedang menjabat Dirut PLN. Begitu juga ketika beliau menjadi menteri BUMN. Dahlan Iskan membuat kolom yang diberi nama “Manufacturing Hope”, sebuah catatan perjalanan dan kegiatan-kegiatan Dahlan Iskan selama menjadi menteri BUMN.

Ada banyak manfaat jika pejabat publik melakukan hal itu. Pertama, tentu akan mengedukasi masyarakat bahwa “begini lho” persoalan yang sedang dialami oleh BUMN kita. Kedua, masyarakat akan ikut turut memberi masukan, kalaupun tidak, minimal masyarakat paham dengan persoalan dan kondisi yang ada, sehingga masyarakat tidak demo atau protes dalam ketidaktahuan mereka.

Seandainya anda bukan orang terkenal pun, anda tetap bisa menuliskan kegiatan harian anda dalam buku diary. Dan suatu saat bisa dipoles menjadi novel otobiografi. Seperti Novel “To Kill A Mockingbird” karya Nelle Harper Lee, sebagian besar isi novel tersebut diambil dari pengalaman sehari-hari penulis.

Anda jangan terburu-buru tidak percaya diri, karena menganggap cerita anda tidak menarik, atau biasa saja, atau tidak memiliki daya jual. Tuhanlah yang menggerakkan hati seseorang untuk suka terhadap sesuatu, juga Allahlah yang menggerakkan hati seseorang untuk membeli buku anda. 

Seorang penulis harus yakin bahwa apa yang ia ceritakan dari pengalamannya adalah berharga, sebagaimana yang dikatakan oleh Peter Marmorek “The first step to becoming a better writer is believing your own experience is worth writing about”. Tahapan pertama untuk menjadi penulis yang baik adalah percaya bahwa pengalaman pribadi anda sangat berharga untuk ditulis.

Kenapa yang anda lakukan dan rasakan saat ini perlu segera ditulis? Karena hari esok akan ada pengalaman baru yang siap menanti untuk ditulis. Jika tidak langsung ditulis, maka pengalaman itu akan terus menumpuk, bahkan bisa jadi anda akan lupa untuk menuliskannya. 

Jadi, tidak ada lagi alasan bingung mau nulis apa? tulis saja apa yang anda pikirkan dan anda lakukan sekarang. Orson Scott Card pernah mengatakan: “everybody walks past a thousand story ideas every day. The good writers are the one who see five or six of them. Most people don’t see any”. Setiap dari kita akan berjalan melewati ribuan ide cerita setiap hari. Penulis yang baik adalah yang mampu melihat dan menangkap lima atau enam dari ribuan ide cerita tersebut. Tapi sebagian besar tidak melihat sama sekali.

Namun, sebenarnya bukan hanya yang kita rasakan saja yang bisa ditulis. Tapi bisa juga yang dirasakan oleh orang lain. Pengalaman orang lain yang berkesan bisa menjadi inspirasi untuk ditulis. Karena itu, hati-hati jika curhat dengan penulis. Dengan merubah sedikit nama tokoh dan setting sosial, curhatan anda bisa jadi novel. Yang mendapat nama dan uang orang lain. Padahal ide dari pengalaman sendu anda. hehe
Read More

Kartini di Lamar

Kartini di Lamar


Divisi sosial budaya Komunitas #lovesuroboyo  kali ini ingin memberikan sebuah karya film pendek berdurasi satu menit menyambut hari kartini 2017.

Kartini yang masih ingin belajar dan mengajar , masih ingin meneruskan cita - cita nya sebagai wanita Indonesia yang berkemajuan dipaksa menerima lamaran Adipati Joyodiningrat , bupati rembang  sebagai istri ke empatnya .

Sebagai wanita yang memiliki harapan sangat tidak nyaman dan tidak enak berada disituasi seperti ini , dengan untaian pena dia curahkan semuanya di selembar kertas yang dikirimkan ke sahabatnya di luar sana .

" habis gelap terbitlah terang " itulah karya fenomenal yang bisa diwariskan untuk wanita wanita Indonesia hingga hari ini sebagai sumber inspiratif dan motivasi akan kedudukan wanita yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan lelaki .

Sebuah pengorbanan besar yang super keren patut aku acungkan jempol buat tim sosial budaya yang sangat total dalam mempersiapkan dan memproduksi film pendek tanpa duit namun do it 

Terimakasih komunitas #lovesuroboyo  bersama kalian kutemukan arti sebuah pengorbanan dan cinta yang terbungkus dalam kata komunitas yang saling melengkapi satu sama lain , bukan memperkeruh perbedaan namun menyatukan kebersamaan.

Spesial terimakasih buat cak Kuncarsono Prasetyo yang telah mengijinkan komunitas #lovesuroboyo melakukan pengambilan gambar di Cafe lodji dan sawoongnya , semoga makin sukses , lancar dan jaya usahanya 

Disini aku temukan  keluarga baru yang asyik , totalitas dan penuh persaudaraan dari Katon Bagus,  Shandy Kevin Setiawan , Khukhu Arisetyawan , Muchlison Son , Ahmad Nafik Mundzir , Hery Herdon Purwanto , Aqkue Firman, Umik Khoyyaty , Diielah dkk di #lovesuroboyo
Read More

Behind The Scene " kartini di lamar "

Behind The Scene "kartini di lamar" 


Pembuatan sebuah film yang berdurasi satu menit tidak seperti merekam sebuah adegan di smartphone,  butuh ketelitian dan kesabaran. 

Mulai dari kostum , make up , dandanan dan yang pasti adegan yang diulang - ulang karena kurang kemistri atau kurang natural akan menjadi hal yang sangat membosankan bagi siapapun yang belum pernah terlibat dalam pembuatan film.

Penataan lokasi , setting tempat sesuai kebutuhan film juga harus dipikirkan secara detail dan sesempurna mungkin , sehingga diharapakan nantinya penonton benar benar terhipnotis dan terbawa ke alur cerita .

Take adegan satu ke adegan lainnya dibawah bimbingan sutradara dan pemain film cak oyot Kuwiakar menjadi ilmu baru dan wawasan langsung bagi anggota komunitas #lovesuroboyo 

Kameramen handal dan profesional om mumun Ahmad Nafik Mundzir dan mas candra dibantu mas Abid , alanuari , bagus dkk dengan setia membantu memindahkan peralatan film mulai dari lihgting,  trypot dan properti lain nya .

Mbak syuriah,  mbak naning dkk putri bahu membahu menyediakan kebutuhan wardrobe,  make up , makanan dan minuman bagi pemain serta Kameramen. 

Sebuah sinergi dan kerjasama yang kompak dan harmonis dengan proses panjang dan melelahkan yang nantinya menghasilkan sebuah film pendek berdurasi satu menit namun pastinya menyenangkan

Terimakasih pak Muchlison Son , Dillah Sahilakiriman foto fotonya keren banget , lanjutkan nggeh 😍👍
Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM