Bahkan sebelum menikmati
suasana , kami sudah disambut papan denah yang bawahnya tertulis " mohon
maaf bila ada yang kurang berkenan " hal ini untuk menerangkan kondisi
pohon kurma yang baru ditanam agustus 2016 yang lalu.
Layaknya suasana haromain, pengunjung disambut dengan lantunan musik dan lagu padang pasir yang cukup pas dengan suasananya.
Usai mengambil moment di tulisan kebun kurma , pengunjung boleh belanja
di pusat oleh - oleh khas seperti kampung seng yang menjual aneka kurma
, aksesoris dan pernak pernik nya.
Puas berbelanja , kita bisa
thowaf mengelilingi miniatur kakbah yang panasnya serasa ada di padang
pasir karena memang tanah seluas itu tidak diberi tempat untuk berteduh ,
Padang jingglang pokoknya.
Beberapa permainan yang ditawarkan
untuk anak anak hingga orang dewasa seperti odong - odong , dokar ,
mobil ATV dan sepeda udara dengan tiket yang berbeda dengan tiket masuk
cukup membuat pengunjung sedikit puas .
Sebuah lokasi wisata
Islami yang lumayan punya prospek asal segera melengkapi dan
memperbaiki yang sudah untuk menjadi lebih baik sehingga bisa menjadi
objek wisata syariah yang bisa dijadikan alternatif muslim menghabiskan
liburan bersama keluarga dan sahabatnya.
" Sebuah pengalaman baru yang cukup menyenangkan bisa berfoto ria bersama sahabat - sahabat terkasih , ukhti
Anisa Yuliani,
Siti Hotija ,
Ainun Fitria,
Dillah Sahila ,
Nurul Misbacha, Akhtum H.
Ahmad Bahruddin dan akhi Ahmaddimyati " Ujar Bunda Tri