Es Perkar Bikinku Makin Love Suroboyo

Es Perkar Bikinku Makin Love Suroboyo


Tak terasa sudah 3 bulan aku bergabung bersama komunitas love suroboyo dan banyak hal yang sudah kulalui bersama mereka disini.

Hampir di setiap bulannya selalu ada kegiatan yang sangat seru namun nyatanya belum semua anggota sudah kukenal. 

Dari 60 anggota lebih yang ada hanya sedikit yang masih kuhafal terkadang mengingat namanya pun lupa ,tapi itu semua tak menyurutkan niatku untuk selalu berkumpul bersama seluruh anggota dan mengikuti setiap kegiatan komunitas love suroboyo. 

Berbicara soal suka duka selama perjalanan 3 bulan di komunitas ini mungkin lebih banyak sukanya daripada dukanya , mulai dari proses rekrutmen yang sangat rumit dan lama hingga segala kegiatan di komunitas ini. 

Namun saat aku tahu bahwa aku telah benar - benar masuk di komunitas ini aku sangat senang sekali. Sebuah komunitas yang aku kira hanya sebuah akun instagram yang dikelola 1 orang ternyata didalamnya banyak sekali tergabung orang - orang hebat yang sangat mendukung komunitas ini. 

Berawal dari keisenganku yang sering keliling surabaya hanya untuk berfoto lalu foto di upload ke instagram dan tag ke love suroboyo berharap agar bisa di repost, namun di luar dugaan aku sekarang berada di dalamnya. Sedikit informasi juga aku sempat pamer ke orang - orang terutama teman - temanku lho.

Kegiatan meetup komunitas di kebun bibit wonorejo adalah salah satu kegiatan awal setelah resmi masuk komunitas ini. Dimana seluruh anggota komunitas berkumpul untuk saling mengenal dan bercengkrama satu sama lain. 

Walaupun acaranya adalah perkenalan tapi tetap saja aku masih tidak hafal nama beberapa anggota. Ada hal yang paling berkesan menurutku setelah acara meetup dimana aku menganggap ini adalah tugas pertama ku, yaitu aku disuruh untuk mengembalikan termos es permen karet ke daerah botoputih. 

Satu pengalaman yang asik menurutku karena setelah kejadian itu aku sekarang menjadi langganan untuk membeli es permen karet , Jika dulu biasanya aku hanya bisa mencicipi es ini 1 bungkus saja sekarang aku bisa mencicipi sepuasnya dan gratis. 


Selain itu hal yang berkesan lagi adalah saat aku yang baru saja masuk komunitas langsung dipilih untuk ikut festival rujak uleg 2019  sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan untukku karna di satu sisi aku anak baru tentu sangat senang dong dipilih ikut festival tersebut namun satu sisi juga kaget karena persiapan sebelum festival sangatlah banyak dan tidak mudah.

Banyak sekali yang sudah saya dapat dari komunitas love suroboyo ini mulai dari keilmuan, pengalaman, sampai gratisan. Hanya terima kasih yang dapat terucap semoga makin jaya dan mendunia untuk komunitas love suroboyo. (Ulul Albab/ LS)
Read More

Terapi hati berbagi kasih 3 bulan di Komunitas Love Suroboyo

Terapi hati berbagi kasih 3 bulan di Komunitas  Love Suroboyo



Sebelum memulai  berbagi kasih dan sayang selama di Komunitas Love Suroboyo, Perkenalkan Saya Tia Oktavia, bisa dipanggil Tia atau Okta dan panggilan kesayangan Maminya para lelaki  syantik.

  Usia saya tak jauh dari angka 20an, menyukai tentang warna biru melambangkan ketenangan, kuning keceriaan dan hitam keabadian. Selain itu saya menyukai pagi pasti kalian selalu ingat dengan kata-kata saya apabila pagi selalu menghangatkan dan tak pernah ingkar janji. Boleh dikatakan muka saya memang begini adanya abstrak, absurd dan judes tapi setidaknya insya Allah  sifat dan tingkah saya tidak se abstrak muka saya.

Pertama Kali saya memutuskan untuk mengikuti OpRec Love Suroboyo pada dasarnya saya tidak memungkiri ada beberapa alasan selain suka dengan banyak kegiatan, namun juga setidaknya menyibukkan diri dari berbagai tingkat kesedihan saya yang bertubi-tubi, ini bukan hanya perihal masalah cinta, banyak hal saya lalui sebelum bergabung dengan Keluarga Besar Love Suroboyo, tingkat stress, trauma secara psikologi, menutup diri dari berbagai rekan-rekan, jatuh dan bangkit fase dimana yang setiap manusia pasti melalui tak mengenal waktu dan tempat hingga bagaimana kita menyikapinya.

Mungkin dari rekan-rekan melihat tingkat kegalauan dan kebaperan seseorang perihal cinta karena setiap kata yang tersusun di status perihal cinta, tapi ketahuilah terkadang itu hanya sebuah kamuflase cerita tentang diri sendiri atau bahkan orang lain.

Selama saya mengikuti berbagai komunitas, yang menurut saya unik dan guyub salah satunya Selain Backpacker joglosemar yaitu Love Suroboyo. Kekeluargaan yang  melekat dan di pupuk satu sama lain, tak dapat kita temukan di komunitas lainnya yang hanya sekedar Cangs atau kongkow. 

Di Love Suroboyo saya belajar banyak hal lebih mendalami bagaimana negosiasi  dengan  orang, komunikasi harus tertata, belajar lebih disiplin, mengatur kegiatan, menjalin relasi dengan banyak orang, bahkan kita dapat ilmu yang tak bisa dibeli pakai uang. Salah satunya  tim Content Writer mengadakan Gathering membahas bagaimana menulis dengan benar sesuai PUEBI,KBBI, serta tanda baca yang harus tepat. 

Kelemahan saya sendiri dalam menulis bahasa yang terkadang berulang-ulang.  Ilmu yang seperti ini tidak bisa kita dapatkan di tempat lain, bahkan apabila kita mengikuti kelas Menulis tidak gratis, tapi  ketahuilah kakak kece nan badai ini mengajari kita dengan tulus, dan keramahan. Apalagi pertama saat saya masuk di sesi  karantina Love Suroboyo setiap kali apa yang saya tulis mbak Plumeria dan mbak Anita selalu cepat tanggap membantu dalam pengoreksian cara penulisan.

Selain itu ada juga mbak mungil yang diawal cukup menyita perhatian saya, saya seperti menemukan sosok saudara perempuan hahahhaa, panggil saja mbak rani pertama melihat begitu banyak beban yang tersirat oleh tatapan matanya, tak banyak waktu yang cukup untuk membuat kami menemukan chemistry kedekatan dari mbak Um yang sepertinya galak namun penuh kasih sayang, mbak Anita yang cablak tapi mengajarkan arti kemandirian, mba Rani mengajarkan arti kebangkitan dengan segala keunikan mereka, dan adalagi aku menyebutnya mawar yaah aku ingat betul saat acara di gubernur, dengan hati yang berkecamuk  saya berjumpa dengan mbak Bekti yang suka ketawa penuh keceriaan, dan mengagumi beliau.

Tentunya saya mengenal mas-mas yang kadang auto jadi syantik  dan Pro dalam fotografi dan video.  Mas Dedi pujangga kelas atas yang pro mudah panik, Asa dengan peralatan tisu dan handbody lengkap berasa kita itu berjalan dengan Indomaret, Alif si bontot yang auto kadang mecucu 5meter apabila lapar, aduh banyak hal yang tak bisa saya ungkapkan. Satu hal mas rafi yang sering dipanggil Paus. Hai mas dengan kamu membaca ini ketahuilah bukan kamu aja yang lagi rapuh dan retak, tapi masih banyak hal atau orang yang juga mengalami fase yang sama walau bukan tentang ceita cinta, jadi mari kita semua melewati fase jatuh dan bangkit kembali, yakinlah curhatan di sepertiga malam akan menjawab dari banyak hal, dan badai pasti berlalu.

Saya mengenal berbagai karakter dengan profesi yang berbeda. Bunda Tri sosok keibuan yang penuh kehangatan, sangat ramah sekali. Mas Shandi pendiri dari Love Suroboyo salah satu panutan saya yang wajib kita contoh dari kegigihan dan terkadang ketidakjelasan yang lucu dari mas Shandy, terkadang serius namun bisa pula auto humoris.

Yah selebihnya kekeluargaan di Love Suroboyo membuat kami makin akrab dan guyub, apalagi saat pertama kami diterima dengan sambutan dari kakak-kakak angkatan Love Suroboyo membuat hati kami campur aduk mengharu biru. Saya bersyukur mengenal dan menjadi bagian keluarga kalian, saat fase jatuh bangkit hati remuk redam setidaknya saya memiliki kalian, keluarga baru saya.

Terima kasih buat mas Shandy mengadakan acara tulisan ini diawal memang saya agak malas karena kerjaan yang lagi bertubi-tubi, namun selalu ada keyakinan yang tersemat jika menulis adalah permulaan dari terapi.

Salam Pagi,
With Love🧡
-Arunika-
Read More

Rakor Weka 6 : Persiapkan Anak Didik

Rakor Weka 6 : Persiapkan Anak Didik 


Surabaya - Persiapan PPDB dan menyambut Romadhon 1439 H menjadi agenda utama pembahasan rapat koordinasi dan evaluasi bersama kepala sekolah , guru dan karyawan SDN Wonokusumo VI / 45 Surabaya, Senen 14/5/18

Diawali dengan lantunan doa untuk keamanan dan kondusifitas kota Surabaya pasca teror bom bunuh diri kemarin , berharap dan berdoa Surabaya dan Indonesia kembali aman dan damai.

Extra ordinary crime yang kita saksikan bersama jangan memunculkan keresahan dan ketakutan massal dengan tidak menyebarkan foto-foto mengerikan

Rapatkan barisan kita bisa bersama-sama dan dukung seluruh elemen keamanan untuk mengatasi teror ini dengan menebarkan kasih sayang antara guru dan siswa .

Pembahasan selanjutnya terkait penerimaan siswa baru tahun ajaran 2018  - 2019  jenjang Sekolah dasar Pendaftaran dilaksanakan di SD yang dituju mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB
1. Pendaftaran : 21-24 Mei 2018
2. Pengumuman : 25 Mei 2018
3. Daftar Ulang : 25-26 Mei 2018

Sedangkan jadwal untuk Jenjang SMP sebagai berikut : 

Jalur Prestasi
1. Pendaftaran : 28,30,31 Mei 2018
2. Verifikasi : 30,31 Mei, 2,4,5 Juni
3. Pengumuman : 6 Juni 2018
4. Daftar Ulang : 6-7 Juni 2018

Jalur Mitra Warga, Satu Lokasi, Inklusi
1. Pendaftaran : 28,30,31 Mei 2018
2. Verifikasi : 30,31 Mei, 2,4,5 Juni
3. Pengumuman : 6 Juni 2018
4. Daftar Ulang : 6-7 Juni 2018

Jalur SMP Kawasan
1. Pendaftaran : 25-26 Juni 2018
2. Verifikasi : 25-26 Juni 2018
3. TPA : 28 Juni 2018
4. Pengumuman : 29 Juni 2018
5. Daftar Ulang : 29-30 Juni 2018
6. Pemenuhan Pagu : 1 Juli 2018

Jalur Umum
1. Pendaftaran : 2-4 Juli 2018
2. Verifikasi : 2-4 Juli 2018
3. Pengumuman : 5 Juli 2018
4. Daftar Ulang : 5-6 Juli 2018
5. Pemenuhan Pagu : 7 Juli 2018.
Read More

Mlaku - mlaku Nang Tunjungan

Mlaku - mlaku Nang Tunjungan


Surabaya - Berbagai upaya dilakukan oleh Ibu Walikota Surabaya dalam menghidupkan kembali Jalan Tunjungan sebagai jalan legendaris Kota Surabaya dengan jargon sesuai lagu Cak Mus Mulyadi penyanyi kondang tahun 1960 yaitu " Rek ayo rek mlaku-mlaku nang Tunjungan " Senen 7/5/18

Usaha Bu Risma nampaknya memperoleh tanggapan positif dari masyarakat. Terbukti dengan banyaknya penjual kuliner yang berpartisipasi meramaikan acara mlaku - mlaku Nang Tunjungan. 

Bukan hanya kuliner yang meramaikan, tapi pernak - pernik handy craft juga menggelar dagangnya. Kuliner yang dijajakan disana cukup variatif, dari yang tradisional sampai kekinian. 

Momen ini juga tidak lepas dari pengamatan para pengusaha menengah disana. Terbukti beberapa toko berhasil menarik pembeli yang berkunjung di acara mlaku-mlaku nang tunjungan. Mestinya hal ini dapat ditangkap pengusaha lainya untuk ikut mengais peruntungan disana dan ikut mendukung acara " Mlaku-mlaku nang Tunjungan ala Jaman Now ". 

Semoga acara ini dapat lestari, bermanfaat dan memberikan kontribusi pariwisata tersendiri bagi Kota Surabaya Tercinta ini.
Read More

Risma Ber-Gemu Famire di Surabaya Vaganza 2018

Risma Ber-Gemu Famire di Surabaya Vaganza 2018 

Risma bersama pemuda Papua di Surabaya Vaganza 2018


Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi semangat juang saat membuka parade bunga dan budaya bertajuk "Surabaya vaganza"  dalam rangka menyambut hari jadi kota Surabaya ke 725 didepan kantor Bappeda provinsi Jatim jl. Pahlawan No. 110 kelurahan Alun-alun contong kecamatan Bubutan Kota Surabaya , Minggu 6/5/18 

Walikota Surabaya , Tri Rismaharini didampingi Kol Kav M. Zulkifli Danrem 084/BJ  ,Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya dan Ir. H. Armuji M. H Kepala DPRD kota Surabaya menyampaikan "tahun ini Surabaya merayakan ulang tahun yang ke 725, di usia ini kami berharap masyarakat kota Surabaya tidak gampang menyerah". ujar Risma

Bunda Tri Bersama salah satu peserta  Surabaya Vaganza


Lebih lanjut Risma Menghimbau kepada warga Surabaya agar tidak egois, apabila punya masalah harus di selesaikan dengan musyawarah dan kehidupan bergotong royong sehingga kota Surabaya bisa maju sebagai kota metropolitan yang memiliki warisan gotong royong peninggalan nenek moyang yang harus selalu dilestarikan.

Delapan puluh tiga peserta yang terbagi di tiga titik keberangkatan yaitu di Tugu pahlawan, SDN Kaliasin1 ( depan Grahadi ) dan SMA Santa Maria  , walikota Surabaya  Tri Rismaharini memberangkatkan parade bunga dan budaya di tandai dengan pengibaran bendera start, dengan rute yg dilalui yaitu Start depan kantor Bappeda - Jl. Kramat Gantung - Perempatan Siola - Jl. Tunjungan - Grahadi - Jl. Bambu Runcing - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Polisi Istimewa - Jl. Raya Darmo - Finish Taman Bungkul.



Seluruh rangkaian kegiatan parade bunga dan budaya berjalan lancar dan aman sesuai harapan bersama dengan ribuan warga Surabaya yang ikut menyaksikan hingga sampai di lokasi taman Bungkul Surabaya sebagai lokasi akhir Surabaya vaganza 2018

Sahila warga kecamatan Bulak kota Surabaya yang  ikut menyaksikan parade bunga dan budaya diantara ribuan warga lainnya menunggu kehadiran walikota Surabaya di taman Bungkul mengaku tidak sia-sia " saya bahagia di sini saya bisa melihat walikota wanita pertama di Surabaya dan kebanggaan arek Suroboyo ikut menari  bersama orang Papua "tutur Sahila  ( Bunda Tri )
Read More

Drumband Hizbul Wathon , Meriahkan Surabaya Vaganza 2018

Drumband Hizbul Wathon , Meriahkan Surabaya Vaganza 2018


Surabaya - Semangat generasi ketiga dari drumband legendaris kota Surabaya kebanggaan warga nelayan sukolilo baru kecamatan Bulak Kota Surabaya terlihat dari hentakan kaki dan Lantunan suara dari alat musik yang dimainkan pada perayaan Surabaya Vaganza di  HUT Surabaya ke 725, Minggu 6/5/18

Dari mulai terompet , birella , Drum , Bas drum dan alat musik pelengkap lainnya hingga kepiawaian tim coluor guide yang memainkan bendera sambil menarik disepanjang jalan rute yang dilewati dari tugu pahlawan hingga taman bungkul Surabaya

Ribuan warga yang menyaksikan gelar parade bunga kali ini benar-benar terpukau luar biasa , mulai dari balita hingga lansia seakan tidak mau ketinggalan ingin menjadi saksi kemeriahan parade bunga menyambut HUT Kota Surabaya yang bertajuk Surabaya Vaganza 2018

"Cuaca yang panas tidak menjadi penghalang dan kendala bagi mereka yang hadir menyaksikan puluhan mobil hias dan atraksi kreatif dari peserta Parade yang unjuk kebolehan disepanjang jalan yang dilalui".Ujar Ida Rusdiana , salah satu pengurus Drumband Hizbul wathon

Parade bunga kali ini diikuti dan dimeriahkan oleh tujuh puluh lima gruop peserta dari SKPD , Komunitas diantaranya Parade bunga 45 mobil hias bunga-bunga dari instansi SKPD, BUMN, BUMD, Perusahaan dan organisasi masyarakat serta Pawai seni budaya Reog dan sebagainya .

Rute perjalanan Parade Bunga & Budaya 2018 kali ini sama seperti tahun sebelumnya dimulai Start dari Tugu Pahlawan - Kramat Gantung - Gemblongan - Tunjungan - Gubernur Suryo - Panglima Sudirman Bambu Runcing - Urip Sumoharjo - Raya Darmo - Finish di Taman Bungkul.

Dititik - titik panggung Hiburan yang disediakan panitia di Tugu Pahlawan , Siola , Grahadi ,Polisi Istimewa dan Taman Bungkul menjadi lokasi yang strategis untuk beristirahat sebentar sambil menikmati tampilan - tampilan atraksi panggung yang disediakan panitia

"Semangat memeriahkan HUT Surabaya ke 725 tetap dikobarkan kepada generasi muda , agar bisa menjadi lebih baik " pungkas Ida ( Bunnda Tri )
Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM