Sinergi Program Mengawali Kepengurusan Baru di KKGPAI Kec. Bulak


Surabaya - Guru Pendidikan  Agama Islam yang tergabung di KKGPAI Kecamatan Bulak melakukan koordinasi dan pertemuan di Angkringan matahari,  Rabu 18/1/17


Didik , Pengawas Pendidikan Agama Islam ( PPAI ) ikut Hadir dalam pertemuan kali ini untuk memberikan bimbingan dan pencerahan terkait kedinasan

Beberapa poin yang didik sampaikan antara lain GPAI PNS Nip  15 yang diangkat oleh Dinas diharapkan menghadap PPAI terkait SKP

" Rencana Pelaksanaan  Workshop Profesinalisme GPAI berbasis karakter yang diikuti oleh 3 kecamatan yaitu kecamatan Bulak , Mulyorejo  dan Semampir di SD Al Muttaqien  ( Bulak ), untuk itu perlu diadakan pembentukan kepanitiaan  ( pengurus inti 3 kecamatan ) " terangnya

" PPAI secara eksklusif meminta KKKS akan diundang dan untuk proaktif  mendorong GPAI di wilayah masing-masing untuk mengikuti workshop ,
Insya Allah akan menghadirkan pak muafa dan pak zuhri " lanjutnya


GPAI yang sudah terima TPG,  maret sudah ada pemberkasan jadi segera di cicil  PKG  ( penilaian kinerja guru ) didalam SKMT  yang di tanda tangani KS dan Guru

Permendikbud 28/2014 tentang impasing

" SD impassingnya di Dispendik bukan kemenag RI  ( pembina ) , bisa dikoordinir oleh ketua KKGPAI kecamatan. Untuk SIMPATIKA semester II  , NRG  bisa diaktifkan " pesannya

Dalam kesempatan ini Tri  selaku sekretaris KKGPAI Kecamatan Bulak menyampaikan  beberapa program kegiatan yang akan di laksanakan  KKGPAI kota Surabaya dan KKGPAI kecamatan Bulak.

Beberapa poin yang sudah diprogramkan dan akan dilaksanakan yaitu :

1. GPAI Shooting video pembelajaran  mulai besok di komplek Ruko  Rungkut Megah Raya Blok J-II, Surabaya kerjasama KKGPAI kota Surabaya dengan Mahoni.com

2 . Pelaksanaan Musykot  KKGPAI kota Surabaya , jumat-sabtu 20-21/1/17 di prigen  untuk Kecamatan Bulak di wakili oleh pak Mashudi dan bu Tri

3. Khotmil Quran 30 Juz  di masjid Nurul Faizin Dispendik kota Surabaya , untuk kecamatan Bulak gabung dengan kecamatan Semampir , Senin 6 Februari 2017 , sholat Ashar  dilokasi  dilanjutkan sema'an Alquran

4. Wisuda Tahfidz Quran yang akan diadakan maret 2017 diawali dengan pengiriman GPAI yang akan ditashih di KKGPAI Kota Surabaya diakhir januari 2017

" Februari 2017 pelaksanaan munaqosah siswa SD di kecamatan ,Maret 2017 Wisuda Tahfidz dilaksanakan " ujar Tri  ( Bunda Tri )
Read More

Pendidikan berbasis digital

Pendidikan berbasis digital

Globalisasi informasi sudah tidak terbendung lagi ,salah satu imbas terbesar  perkembangan teknologi informasi adalah mudahnya meng akses informasi melalui internet.

Berdasar pertimbangan itulah GPAI Surabaya melalui pak supriyanto selaku ketua KKGPAI Kota Surabaya berfikir Saatnya berkontribusi pada dunia pendidikan berbasis digital

Keberhasilan mahoni.com dalam membuat buku sekolah elektronik bermanfaat hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia menjadi penyemangat untuk menerbitkan video pembelajaran nya

Nuansa yang berbeda dengan audiensi yang berbeda ternyata mempengaruhi proses jalannya pengambilan gambar

Semoga ini kegiatan ini menjadi inspirasi bagi guru guru yang lainnya ☺💪👍
Read More

Maksimalkan Medsos Buat Jihad Digital


Untuk  beberapa hari ini, sengaja aku 'puasa' dari up date statusku di facebook. Pasalnya emang aku lagi nggak 'ngeh' atau moodku lagi nggak on dan hampir mendekati titik nadir ke fase 'jenuh'. Apalagi jika postingan yang harus aku share dan bagikan ke teman2  netter aku gali dari hasil investigasi fakta dan data, bukan sekedar intuisiku semata. Atau meminjam istilah teman pengamat media sosial atau medsos, bukan sekedar cas-cis- cus dan - maaf -  berbau 'sampah'. Ini yg terkadang membuat aku perlu buat menyiapkan 'energi' lebih agar nggak masuk kategori 'sampah' tadi.

Tapi, tiap kali pengin ngelihat postingan dan konten yang ada, si 'pintar' facebook selalu bertanya " apa yang anda pikirkan?" Seolah aku - mungkin anda juga - ditantang buat menjelaskan unek2 yang lagi bergemuruh  dipikiranku.  Lalu, 'tergodalah' aku untuk kembali hunting ngumpulin sejumlah data yang faktual buat melengkapi menu dan konten tulisan, agar tak cuma bernilai  informatif  tapi juga inspiratif dan edukatif.serta - ini yang penting -  bisa aku pertanggungjawabkan akurasinya.

Meski, sebetulnya - agar eksis - bisa saja status di FB ku penuh dengan copy paste atau copas saja dari tetangga sebelah, dengan harapan 'mengejar target' untuk di-like, syukur2 dikomentarin dan dikirim gambar jempol oleh sahabat netter lainnya, "wouw emang mengasyikkan".

Nah, buat yang ini - jujur - aku nggak terlalu piawai, sebab meng-copas emang ndak sekedar asal2an, tentu etikanya harus izin dulu pada sumbernya atau si pembuat tulisan.

Disamping, meng-copas memang harus cerdas, karena berita, foto, atau yang sejenis - maaf - belum tentu akurat dengan faktanya alias benar adanya.

Kesahihan dan kejelasan sumber berita harus benar2 dicermati sebelum aku bagikan atau aku share ke publik.  Karena bisa jadi, informasi yang aku dapat ternyata nggak valid atau ndak sahih, bahkan beraroma informasi dha-if alias palsu yang - meminjam istilah teman2 di dunia maya - lumrah disebut hoax.

Selain yang tadi, aku juga nggak bisa membuat status yang cuma up loude foto diri alias narsis tanpa narasi dan ngejellasin apa2.

Nah tentu saja - maaf banget - ini yang aku nggak bisa,  karena mungkin fenomena kayak gini yang sempat membuat para'penggede' di MUI jadi tergerak buat mutusin fatwa haram bagi perempuan beristri yang 'over performance' atau 'selfy full'  di medsos.

Sebab lebih banyak mengundang mudharatnya daripada manfaatnya. atau lebih gede implikasi negatifnya ketimbang efek positifnya.

Karena, menurut komunitas para ulama itu,  ujung- ujungnya bakal mengundang netter - beda jenis - lainnya unt membuat komitmen yang bertabrakan dengan aturan syari'ah.

Tentu, ini nggak cuma keluar dari koridor 'nawaitu' pertemanan tadi, sebab sudah menggoyang harmonisasi keluarga bahkan yang lebih gede bisa mengganggu stabilitas masyarakat karena dah memunculkan patologi atawa penyakit masyarakat berupa perselingkuhan.

Dengan kata lain, mengumbar seseorang untuk - maaf meminjam istilah da'i kondang ust. Wijayanto - tak hanya berpindah ke lain hati tapi bahkan kelain body, nauzubillah.

Jadi, emang aku nggak boleh main2 buat urusan yang satu ini, karena dlm perspektif agama, dalam konteks sekarang, idealnya medsos - termasuk up date status - adalah alat dakwah yang cukup efektif buat membangun opini publik ke arah yang positif dan yang dikehendaki agama.

Bahkan ia juga cukup canggih buat memotivasi dan memobilisasi massa seperti fenomena 212 kemarin.

Malah, konon runtuhnya rezim presiden Mesir Hoesni Mubarak dari tampuk kekuasaannya selama puluhan tahun itu gara2 dipicu 'dakwah' proposisi plus demonstran lewat medsos.

Dan, yang masih hangat, kabarnya kemenangan Donal Trum buat meraih tiket tahta presiden Amerika antara lain juga karena 'provokasi' team suksesnya lewat medsos.

Jadi, yok kita super hati2 memanfaatkan medsos, maksimalkan medsos buat jihad digital, bukan sesuatu yg merusak. Atau buat amar ma'ruf nahi Munkar, bukan amar munkar nahi ma'ruf.  Wallahu'alam.(sum)
Read More

POSYANDU LANSIA

POSYANDU LANSIA


A.    Pengertian Posyandu Lansia
Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yangberada di desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakatkhususnya bagi warga yang sudah berusia lanjut.

Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg menitikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif

Posyandu lansia merupakan upaya kesh lansia yg mencakup kegiatan yankes yg bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan berdayaguna


B.     Tujuan Posyandu Lansia

Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai masa tua yg bahagia & berdaya guna dlm kehidupan keluarga dan masyarakat (Matra, 1996)
           
            Tujuan khusus
1.      Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya
2.      Meningkatkan kemampuan & peran serta masy dlm menghayati & mengatasi masalah kesh lansia scr optimal
3.      Meningkatkan jangkauan yankes lansia
4.      Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :

1.         Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
2.         Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

C.    Pelaksanaan Sistem Lima Posyandu Lansia
Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:
1.      Meja 1: Pendaftaran
Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.
2.      Meja 2:  Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah
3.      Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)
Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan.
4.      Meja 4: Penyuluhan
Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.
5.      Meja 5: Pelayanan medis
Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.


D.    Kader Lansia (pengertian, tugas, organisasi, pendanaan)

1.    Pengertian Kader Lansia
Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.


2.    Tugas Kader Lansia
Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut :
a.    Tugas-Tugas Kader
1)      Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas persiapan oleh kader agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan baik.
2)      Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk melaksanakan pelayanan 5 meja.
3)      Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas - tugas setelah hari Posyandu.

b.    Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia
1)      Tugas-tugas kader Posyandu pada H - atau pada saat persiapa hari Posyandu, meliputi :
a)    Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.
b)   Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke Posyandu
c)    Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.
d)   Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara kader Posyandu baik untuk persiapan untuk pelaksanaan

c.    Organisasi Kader Lansia
1)      Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, px kesh (gizi, jiwa, lab), pengobatan sederhana, pemberian suplemen vitamin, PMT
2)      Peningkatan olahraga
3)      Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha
4)      Bimbingan pendalaman agama
5)      Pengelolaan dana sehat

6)   Pendanaan Kadar Lansia

E.     KMS Lansia

Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas

Tata Cara pengisian KMS :
1.       KMS berlaku 2 th, diisi o/ petugas kesh
2.       Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yg tertera. Sedangkan pd kunjungan ulang cukup diperiksa sekali sebulan, kecuali u/ tes laboratorium dperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)



F.     Latihan Gerak Dan Senam Lansia

Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut (Santosa, 1994). Lansia seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang berumur antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20)
Jadi senam lansia adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang diikuti oleh orang lanjut usia yang dilakukan dengan maksud meningkatkan kemamp meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut.

Manfaat Olahraga Bagi Lansia
Manfaat dari olahraga bagi lanjut usia menurut Nugroho (1999; 157) antara lain :
1.      Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia.
2.      Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)
3.      Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit.Sebagai Rehabilitas Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, tolerasnsi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa latihan/olah raga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan. (Darmojo 1999;81)

Komponen aktivitas dan kebugaran
Menurut Darmojo (1999:74) komponen aktivitas dan kebugaran terdiri dari:
1.      Self Efficacy (keberdayagunaan-mandiri) adalah istilah untuk menggambarkan rasa percaya atas keamanan dalam melakukan aktivitas. Hal ini sangat berhubungan dengan ketidaktergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan keberdayagunaan mandiri ini seorang usia lanjut mempunyai keberanian dalam melakukan aktivitas.
2.      Latihan Pertahanan (resistence training) keuntungan fungsional atas latihan pertahanan berhubungan dengan hasil yang didapat atas jenis latihan yang bertahan, antara lain mengenai kecepatan bergerak sendi, luas lingkup gerak sendi (range of motion) dan jenis kekuatan. Yang dihasilkan pada penelitian-penelitian dipanti jompo didapatkan bahwa latihan pertahanan yang intensif akan meningkatkan kecepatan gart (langkah) sekitar 20% da kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-38%
3.      Daya Tahan (endurance) daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif cukup lama. Pada lansia latihan daya tahan /kebugaran yang cukup keras akan meningkatkan kekuatan yang didapat dari latihan bertahan. Hasil akibat latihan kebugaran tersebut bersifat khas untuk latihan yang dijalankan (training specifik), sehingga latihan kebugaran akan meningkatkan kekuatan berjalan lebih dengan latihan bertahan.
4.      Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak terjadi pada lanjut usia yang sering berakibat kekuatan otot dan tendon. Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan komponen penting dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.
5.      Keseimbangan-keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan lansia sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motork yang dihasikan oleh berbagai faktor, diantaranya input sesorik dan kekuatan otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya sebagai akibat menurunya kekuatan otot atau penyakit yang diderita. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan menurukan insiden jatuh pada lansia.

G.    Latihan Kongnitif Lansia
1.      PERUBAHAN KOGNITIF PADA LANSIA
Proses penuaan menyebabkan kemunduran kemampuan otak. Diantara kemampuan yang menurun secara linier atau seiring dengan proses penuaan adalah: Daya Ingat (memori), berupa penurunan kemampuan penamaan (naming) dan kecepatan mencari kembali informasi yang telah tersimpan dalam pusat memori (speed of information retrieval from memory).Intelegensia Dasar (fluid intelligence) yang berarti penurunan fungsi otak bagian kanan yang antara lain berupa kesulitan dalam komunikasi non verbal, pemecahan masalah, mengenal wajah orang, kesulitan dalam pemusatan perhatian dan konsentrasi
a.       DEFENISI
Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian. Pada usia muda, demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak.
KONDISI DEMENSIA
Kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan berbagai jenis gangguan seperti mudah lupa yang konsisten, disorientasi terutama dalam hal waktu, gangguan pada kemampuan pendapat dan pemecahan masalah, gangguan dalam hubungan dengan masyarakat, gangguan dalam aktivitas di rumah dan minat intelektual serta gangguan dalam pemeliharaan diri.
TANDA dan GEJALA
1)       Kesukaran dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
2)       Pelupa
3)       Sering mengulang kata-kata
4)       Tidak mengenal dimensi waktu, misalnya tidur di ruang makan
5)       Cepat marah dan sulit di atur.
6)       Kehilangan daya ingat
7)       Kesulitan belajar dan mengingat informasi baru
8)       Kurang konsentrasi
9)       Kurang kebersihan diri
10)   Rentan terhadap kecelakaan: jatuh
11)   Mudah terangsang
12)   Tremor
13)   Kurang koordinasi gerakan.



Pengenalan Dini Demensia
Pengenalan dini demensia berarti mengenali :
a.       Kondisi normal (mengidentifikasi BSF dan AAMI):  kondisi kognitif pada lanjut usia yang terjadi dengan adanya penambahan usia dan bersifat wajar. Contoh: keluhan mudah-lupa secara subyektif, tidak ada gangguan kognitif ataupun demensia.
b.       Kondisi pre-demensia (mengidentifikasi CIND dan MCI): kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan ciri mudah lupa yang makin nyata dan dikenali (diketahui dan diakui) oleh orang dekatnya. Mudah lupa subyektif dan obyektif serta ditemukan performa kognitif yang rendah tetapi belum ada tanda-tanda demensia.
c.        Kondisi demensia : kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan berbagai jenis gangguan seperti mudah lupa yang konsisten, disorientasi terutama dalam hal waktu, gangguan pada kemampuan pendapat dan pemecahan masalah, gangguan dalam hubungan dengan masyarakat, gangguan dalam aktivitas di rumah dan minat intelektual serta gangguan dalam pemeliharaan diri.
2.      STRATEGI LATIHAN KOGNITIF
a.       Menurunkan cemas
b.      Tehnik relaksasi
c.       Biofeedback, menggunakan alat untuk menurunkan cemas dan memodifikasi respon perilaku.
d.      Systematic desenzatization. Dirancang untuk menurunkan perilaku yang berhubungan dengan stimulus spesifik misalnya karena ketinggian atau perjalanan melalui pesawat. Tehnik ini meliputi relaksasi otot dengan membayangkan situasi yang menyebabkan cemas.
e.       Flooding. Klien segera diekspose pada stimuli yang paling memicu cemas (tidak dilakukan secara berangsur – angsur) dengan menggunakan bayangan/imajinasi
f.       Pencegahan respon klien. Klien didukung untuk menghadapi situasi tanpa melakukan respon yang biasanya dilakukan.
3.      TERAPI KOGNITIF
a.       Latihan kemampuan social meliputi : menanyakan pertanyaan, memberikan salam, berbicara dengan suara jelas, menghindari kiritik diri atau orang lain
b.       Aversion therapy : therapy ini menolong menurunkan perilaku yang tidak diinginkan tapi terus dilakukan. Terapi ini memberikan stimulasi yang membuat cemas atau penolakan pada saat tingkah laku maladaptive dilakukan klien.
c.        Contingency therapy: Meliputi kontrak formal antara klien dan terapis tentang apa definisi perilaku yang akan dirubah atau konsekuensi terhadap perilaku itu jika dilakukan. Meliputi konsekuensi positif untuk perilaku yang diinginkan dan konsekuensi negative untuk perilaku yang tidak diinginkan.





1.      Kebutuhan nurtisi
Kebutuhan nutrisi klien lanjut usia perlu dipenuhi secara adekuat untuk kelangsungan proses pergantian sel dalam tubuh, mengatasi proses menua, dan memperlambat terjadinya usia biologis. Kebutuhankalori pada klien lanjut usia berkurang karena berkurangnya kalori dasar akibat kagiatan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kagiatan tubuh dalam kegiatan istirahat, misalnya untuk jantung, sus, pernapasan, ginjal, dan lain-lain. Kebutuhan kalori klien lanjut usia tidak melebihi 1700 kalori, sebaiknya disesuaikan dengan macam kegiatannya. Kebutuhan protein normal usia lanjut adalah 1 gram/kgBB/hari.
Makanan yang mengandung lemak hewani harus dukurangi, misalnya daging sapi, daging kerbau, kuning telur, otak, dan lain-lain. Lanjut usia disarankan mengonsumsi makanan tambahan yang banyak yang banyak mengandung kalsium (Ca) atau zat kapur. Kebutuhan kalsium klien lanjut usia adalah 14,1 mg/kg BB/hari. Zat besi perlu diberikan untuk memperlancar pembentukan darah. Lanjut usia perlu pula diberi buah-buahan untuk mendapatkan vitamin. Untuk menghindari konstipasi, klien lanjut usia perlu diberi cukup makanan yang mengandung serat, misalnya beras tumbuk, akar-akar hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, serta banyak minum (1500-2000 cc) yang sekaligus berguna membantu kerja ginjal.

2.      Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Gizi Lnjut Usia
a.       Berkurangnya kemampuan mencerna makanan (akibat keruskan gigi/ompong)
b.      Berkurangya cita rasa
c.       Berkurangnya koordinasi otot
d.      Keadaan fisik yang kurang baik
e.       Faktor ekonomi dan sosial
f.       Faktor penyerapan makanan (daya absorbsi)

3.      Masalah Gizi Pada Lnjut Usia
Masalah gizi tidak hanya terjadi pada balita dan ibu hamil, tetapi ternyata sering kali menimpa lanjut usia. Hal yang perlu mendapat perhatian ialah gizi berlebih, gizi kurang, dan kekurangan vitamin.

a.       Gizi Berlebih
Gizi berlebihan pada lanjut usia banyak terdapat di Negara barat dan kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat badan berlebih, apalagi pada lanjut usia karena penggunaan kalori berkurang karena berkuarangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan tersebut sulit untuk dirubah walaupun klien telah menyadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung, diabetes mellitus, penyempitan pembuluh darah, dan tekanan darah tinggi.
b.      Gizi Kurang
Gizi kurang sering disbabkan oleh masalah sosial-ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhka, hal tersebut menyebabkan berat badan berkurang dari normal. Apabila kondisi ini disertai kekurangan protein,  kerusakan sel terjadi yang tidak dapat diperbaiki. Akibatnya, rambut rontok, daya tahan terdapat penyakit menurun, atau mudah terkena infeksi pada tubuh yang vital.
Faktor Penyebab Malnutrisi pada Lanjut Usia
1)      Penyebab akut dan kronis
2)      Keterbatasan sumber/penghasilan
3)      Hilangnya gigi
4)      Kesalahan dalam pola makan
5)      Kurangnya energy untuk mempersiapkan makanan
6)      Kurangnya energy untuk mempersiapkan makanan
7)      Kurang pengetahuan tentang nutrisi yang tepat
c.       Kekurangan vitamin
Bila lanjut usia kurang mengonsumsi buah dan sayur, ditambah kekurangan protein dalam makanan, hal tersebut mengakibatkan nafsu makan berkurang, penglihatan mundur, kulit kering, lesu, lemah lunglai, dan tidak semangat.

4.      Pengkajian Status Gizi
Perawat harus melakukan pengkajian status gizi secara cermat dan sebaiknya menggunakan lebih dari satu parameter. Pertama, menggunakan pengukuran antropometrik, yaitu mengukur tinggi badan (TB) dan berat badan (BB), kemudian menghitung indeks Masa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan membagi  berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat TB (dalam meter persegi). IMT normal untuk perempuan 17-23, sedangkan untuk laki-laki adalah 18-25.
Pada saat mengukur tinggi badan seorang lanjut usia, perlu diingat bahwa lanjut usia dapat mengalami pengurangan tinggi badan seiring dengan pertambahan usia.


Read More

Surprise Awal Tahun 2017

Surprise Awal Tahun 2017

Tak disangka tak dinyana pagi ini agak dag dig  der saat ada siswa yang menyampaikan " Bu Tri. .. dipanggil pak Rudy di kantor " , teman-teman yang kebetulan ada ruang guru menggodaku " hayoooo , ada apa hayooo" kata bu ari , bikin jantung makin berdegup kencang dan bertanya tanya " ada apa yaa???...

Ku ucapkan salam sebelum masuk ruang kepala Sdnbulak Rukem I , ternyata sudah ada mbak Farida Wahyudi Mama'na ChauMar ,  pak hari , bu ari dan bu mey bersama pak Rudy

Jreng. ..Jreng. .Jreng. ..

Diawali dengan maksud dan tujuan kami dikumpulkan hari ini , pak Rudy menyampaikan beberapa poin laporan selama kegiatan in -  on  pendampingan kurikulum 13 yang dimulai 4 oktober 2016 dan berakhir akhir November 2016

Banyak hal yang beliau sampaikan mulai dari proses awal pertemuan dengan mengumpulkan semua peserta In On se kecamatan Bulak dengan menghadirkan kepala dispendik kota Surabaya hingga proses shotting dari kelas ke kelas dan dari sekolah ke sekolah se kecamatan Bulak

Diakhir penjelasan pak Rudy memberikan kaset video pendampingan kurikulum 2013 lengkap dengan RPP  ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  ) saat kami On di kelas sesuai nama , waktu dan tempat kami On sekitar oktober tahun 2016 yang lalu

Video itu begitu spesial sebab di buat , di edit dan limited edition Asli karya pak Rudy Sugeng Prayitno , S.Pd dengan diberi label nama masing-masing guru selama On di kelas / sekolah masing-masing

Terimakasih pak Rudy.... walaupun selama kami mengajar sudah pernah di rekam , di foto atau di video namun baru kali ini sudah berbentuk kaset DVD  , Sehingga kami bisa mengevaluasi kinerja kami melalui tayangan video ini

Dan yang terpenting bagi guru PNS bisa digunakan untuk nambah poin kinerja dan juga untuk melengkapi persyaratan kenaikan pangkat

Terimakasih atas penghargaan , surprise yang kami terima hari ini , kami mewakili semua guru se kecamatan Bulak yang telah diberikan surprise hanya bisa mengucapkan " jazakumullah khoiron katsiron,  semoga Allah SWT  membalas kebaikan njenengan dengan balasan berlipat ganda , Aamiin
Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM