ANAK USIA DINI DAN KOMPUTER


ANAK USIA DINI DAN KOMPUTER

Belajar menggunakan komputer di usia dini. Beberapa orang tua mungkin kurang setuju dan justru menundanya. Beberapa alasan penundaan adalah karena takut anak ketagihan dan jadi kurang banyak bergerak.

Tapi bagi keluarga kami, komputer justru sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan belajar. Luqman (5,5 tahun) yang senang menggambar terakomodasi dengan program corel draw. Hanya dengan mengajari sedikit pengetahuan teknis, ia terus berkreasi sendiri. Hobinya adalah menggambar aneka dinosaurus. Adapun kakaknya, Azkia (7,5) tahun, menggunakan komputer untuk menuliskan gagasan, cerita-cerita, atau apapun yang ingin ditulisnya. Mereka berdua punya folder sendiri-sendiri.Selain itu, komputer juga jadi sarana menonton CD/DVD film-film kesukaan mereka atau sesekali bermain game edukatif dari internet. Kami sengaja tidak menyediakan TV khusus di rumah. Kalaupun mau sesekali menonton, kami hanya memiliki TV tuner yang tersambung ke monitor komputer.

Tentang rasa khawatir mereka ketagihan, sampai saat ini kami tidak melihat gejala itu. Bergerak dan beraktivitas di luar tetap jauh lebih banyak durasinya dibandingkan berada di depan komputer.
Satu hal yang menarik, mereka belajar tanpa tutorial khusus. Mereka belajar hanya dengan banyak melihat kami (orang tuanya) bekerja. Tak terasa, kemampuan menggunakan komputer mereka jauh sekali dibandingkan saya pada saat sudah menginjak semester 8 kuliah. Saya kira, anak-anak sekarang memang diuntungkan dengan teknologi yang semakin mudah dan canggih, dan hampir semua anak sangat cepat belajar dengan bantuan teknologi.