Rukun Iman Ada Enam

Belajar bersama yukkk, untuk anak cucu...
RUKUN IMAN ADA 6 yaitu:
1. Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
3.  Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.
5. Iman kepada Hari Akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
6. Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.
SETELAH AKU MENGIMANI SEMUA HAL TERSEBUT DIATAS, MAKA AKU SIAP MENJADI ISLAM DENGAN MENJALANKAN ;
RUKUN ISLAM,
1. Mengucap dua kalimah syahadah.
Syahadat  ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.
2. Mendirikan solat.
Shalat merupakan ibadah yang sangat agung kedudukannya dan
Shalat mendapat perhatian dan prioritas utama dalam Islam.
Keutamaan salat dan kedudukannya diantara ibadah-ibadah yang lain telah dijelaskan dalam Islam. Ia merupakan sarana penghubung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ia juga merupakan gambaran ketaatan seorang hamba akan segala perintah Tuhannya.
3. Menunaikan zakat
zakat adalah kewajiban menyisihkan jenis
harta tertentu untuk disalurkan kepada sekelompok orang
tertentu pada waktu tertentu.
4. Berpuasa di bulan Ramadhan.
Pengertian puasa merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah. Hal itu di antara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala.
5. Menunaikan haji di Mekah bagi yang mampu.
haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.
Read More

PELAJARAN BERSYUKUR BUAT ANAK-ANAK

1. PELAJARAN BERSYUKUR BUAT ANAK-ANAK

Dalam Al Qur'an surat Luqman ayat 12 yang artinya :

Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Luqman yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah, dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa tidak bersyukur ( kufur ), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Serangkaian pendidikan anak-anak secara sistematis di berikan dalam Al Qur'an surat Luqman ayat 12 sampai dengan 19. Maka pelajaran pertama kali yang wajib kita berikan kepada anak-anak adalah bersyukur.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke 3, Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka 2007.
Di halaman 1115 , kata syukur berarti rasa terimakasih kepada Allah.

Ini adalah pelajaran yang sangat mendasar sebagai peletakan mentalitas anak-anak kita.

Betapa rasa berterimakasih harus kita berikan sejak dalam kandungan, bahkan saat akan hubungan jima' suami isteri pun, di sunnahkan membaca doa. Artinya sejak awal proses terjadinya janin sudah melibatkan Allah sebagai bentuk kesyukuran padaNya.

Terlebih berjuta rasa syukur penuh keharuan, saat si bayi terlahir di muka bumi ini. Pasti.. saat terlahirnya si bayi, kita semua, khususnya si ibu akan mengucapkan Alhamdulillah...
Segala Puji hanya bagi Allah..

Rasa syukur seorang ibu, memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Apapun akan di lakukan demi buah hati tercinta.

Yang menjadi persoalan adalah, ketika rasa terimakasih nya menjadi berbelok arah, atau terlupakan, atau karena tidak faham tentang aturan main dari Allah. Padahal Allah lah yang Memberikan semuanya. Tapi kita memakai aturan main sendiri berdasarkan tradisi, ataupun ilmu-ilmu yang tanpa melibatkan Allah.

Untuk memudahkan pemahan begini, kalau ada dua cara menyiapkan kelahiran, kita mau lilih cara siapa ?
Cara Islam atau cara Jahiliyah ??

Islam punya cara tersendiri dalam mempersiapkan kelahiran, Hindu juga punya cara tersendiri dalam mempersiapkan kelahiran.

Lalu mengapa ketika kita menjadi seorang muslim, justru cara Hindu yang kita gunakan ??

Nah itu sudah termasuk kategori, tidak bersyukur pada Allah. Namanya bersyukur itu memakai dan mengikuti siapa yang memberi kita.

Misal, seorang ibu memasak buat keluarganya tercinta dengan susah payah. Di sajikan menarik di atas meja makan. Tiba-tiba masing-masing anggota keluarga, mencaci maki ibu atas makanan tersebut, tidak mau makan, bahkan makanan itu di acak-acak, bahkan di ludahi. Lalu di buang di tong sampah.
Apakah begini rasa syukur kepada ibu ??

Seringkali para orang tua, kurang bahkan tidak bersyukur pada Allah, dalam urusan mendidik anak-anaknya. Menjadi anak-anak bahkan keluarga yang sombong karena merasa lebih daripada yang lain.

Pendidikan Syukur,  jika kita mampu menerapkannya, Masya'Allah kita akan menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa.

Sejak dalam kandungan, kelahiran, balita, anak-anak, remaja bahkan sampai dewasapun. Orang tua wajib menanam dan mengingatkan rasa syukur pada anak-anaknya.

Bagaimana bentuk nyata mendidik anak-anak dalam bersyukur ?

1. Kenalkan Islam, Allah dan RasulNya kepada anak-anak sejak dini. Dengan berdialog, berdiskusi, mendongeng, segenap bacaan dan media visualisasi tentang itu semua.  Islam itu harus di bawa setiap hari sampai mati, di manapaun  dan apapun yang terjadi. Jangan membuat bingung anak-anak, dengan hal yang seperti ini, jika sholat bawa Islam kalau sekolah bawa aturan yang menentang Islam. Jika ke masjid bawa Islam, kalau rekreasi pakai cara Nasrani. Kalau nikah pakai cara Islam, kalau bergaul pakai ala Barat Liberalisme. Dan lain sebagainya, yang membuat benturan jiwa pada anak-anak. Bagaimana mungkin bisa bersyukur pada Allah, kalau pola fikir sudah bukan Islam ??

2. Allah memberikan tubuh manusia begitu lengkap. Maka tunjukkan pada anak-anak agar bisa bersyukur dengan menjaga kesehatannya dengan memulai hidup sehat sejak dini. Anak-anak harus diberikan edukasi tentang makanan halal dan haram. Bagaiamana makanan thoyyibah. Apa dan bagaimana makanan sehat itu ? Seorang ibu haruslah memperhatikan makanan anak-anaknya. Memberikan hak tubuh agar menjadi sehat dengan segala macam cara, mulai beratifitas dan berolah raga, hingga kebutuhan istirahatnya.

3. Akhlaqul Karimah, memberikan kebiasaan pada anak-anak untuk mengucapkan "Alhamdulillah" saat memperoleh segala kebaikan. Membiasakan anak-anak, jika dia berhasil melakukan sesuatu apapun, meski itu hal yang biasa dan sederhana, selalu mengucapkan alhamdulillah. Hatta hanya keberhasilan yang mungkin remeh buat orang lain. Sejatinya setiap ucapan hamdallah, adalah melatih rasa syukur pada Allah.

4. Setiap mendapat pemberian apapun dari orang lain. Anak-anak wajib mengucapkan terimakasih dan doa Jazakummullahu khairan katsiir, Semoga balasan Allah yang baik dan banyak atasmu sekalian.

5. Anak-anak yang baik, adalah anak-anak yang bangga dan bersyukur memilikki orang tuanya. Mereka mengidolakan orang tua, ibu dan ayahnya. Jika ada anak yang tidak bangga dengan orang tuanya, berarti kita gagal dalam mendidiknya. Kita bukan orang tua yang baik.

6. Anak-anak yang bersyukur, mereka mampu memberikan sikap dan prestasi yang baik dalam segala urusan. Di rumah baik, di sekolah baik, di masyarakat juga baik. Karena mereka faham betul untuk apa dia di ciptakan di dunia ini.

7. Anak-anak yang baik karena rasa syukurnya. Mereka tidak pernah menuntut orang tuanya untuk memfasilitasi dirinya dengan kemewahan. Mereka tidak mau menyusahkan orang tuanya dengan meminta ini dan itu. Cara sederhana mengajarkan anak-anak bersyukur adalah dengan makan dan minum seadanya yang tersedia di rumah. Mereka mampu mengoptimalkan segala pemberian orang tua, tanpa mencela ataupun mengomel. Mereka sangat memahami kondisi orang tua, bahkan anak yang shalih shalihah justru meringankan beban orang tua.
Ehmm.. betapa indahnya anak-anak yang seperti itu.

Semoga kita mampu bersyukur serta mengajarkan kesyukuran pada anak-anak kita..
Dan Allah Mudahkan segala urusan kita dalam mendidik anak-anak, aamiin.


Read More

ILMU, IMAN DAN KECERDASAN.

PARENTING
Be amazing mother

ILMU, IMAN DAN KECERDASAN.

Wahai ibu-ibu.. yang punya anak..
Ada 3 pilar penting yang harus kita pegang dalam mendidik anak-anak.

1. ILMU _  Central dari Ilmu itu ada di Al Quran, maka setiap ibu wajib membuka, membaca, dan memahami Al Quran sebelum belajar apapun. Semua dalam kehidupan ini ada dalam Al Quran. Saya wajibkan ibu2 punya Mushaf Terjemahan Al Quran. Apalagi di gadgetnya wajib ada. Jangan salah apalagi terbalik. Belajar pelajaran umum dahulu sampai S2, S3,S4, sampai S Teler, baru khusus Al Quran setelah sudah tua nenek nenek pakai kaca mata, baru aktif ngaji di Masjid, setelah mendapat ujian ini dan itu dari Allah baru cari AlQuran. Alkisah seorang Profesor kaya, rumahnya banyak, punya villa, mobilnya 5, setelah punya anak terkena narkoba. Baru bilang, "Ustadzah, ustadz.. tolong saya, bagaimana caranya anak saya sembuh, biar kata Allah hilangkan  semua harta saya, asal anak saya kembali baik, normal dan jadi anak yang sholih.."
Nah loh..

Betapa di Al Quran sangat luar biasa, kita akan mengalami efektifitas dan efisiensi jika berpedoman Al Qur'an.

Suatu misal, kita akan menemukan ayat ayat di berbagai surat Al Quran proses terjadinya janin, mulai bertemunya spermatozoa dan sel telur, sampai menjadi segumpal darah (embrio ) , sampai diberikan Allah tulang belulang, sampai Allah Jelaskan terjadi beberapa tingkatan ( tahapan ), sampai di jadikan tubuh seimbang, dan di lahirkan..

Ternyata segala macam ilmu ttg proses janin dalam sejarah peradaban manusia, di mentahkan semua oleh Al Quran. Dan Ilmu kedokteran yang mutakhir ( yg di gunakan hingga saat ini ) memang ternyata sesuai dengan Al Quran.
Masya'Allah..

Jadi kalau kita berputar putar lelah mempelajari apapun, tanpa berpedoman Al Quran, sungguh mubadzir dan kebodohan belaka.

Jadi ibu-ibu, please sejak dini, wajib sinkronkan apapun dengan Al Quran. Jangan jadi orang sekular, yang justru memisahkan kehidupan dengan Al Quran...alquran tidak sekedar di baca apalagi dihafalkan saja. Tapi harus di baca artinya, maknanya di fahami. Itulah Ilmu sebenarnya..

Jadi Ilmu itu lebih pada memahami Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan kita. Alquran is Way of Life.

2. IMAN,  berapa banyak orang tua memberikan modal anaknya hanya ilmu dunia saja. Sekolah setinggi tingginya, gelar sebanyak banyaknya, rumah satu satu, mobil satu satu. Tapi IMAN nomor sekian. Berapa banyak saya jumpai, seorang ibu antarkan anaknya les ini dan itu sejak kecil. Hingga SMA dipersiapkan agar masuk PTN ternama. Di ikutkan lomba ini dan itu. Di fasilitasi ini dan itu. Giliran takut berkompetisi, iman tergadaikan. Suap iya, ke orang Pinter alias dukun iya juga. Takut anaknya nggak dapat jodoh, pacaran bebas iya juga. Giliran anaknya hamil di luar nikah, baru stress. Giliran anaknya nanti tidak care sama orang tua, mengeluh. Giliran anaknya pindah agama, mumett. Sebenarnya nggak usah stress, emang itu semua hasil dari tanaman kita sendiri. Imaan, orang tua lupa menanamkan iman pada anak-anak.

Bahkan yang lebih parah, kita kesulitan mencari kejujuran dalam hidup ini. Seringkali mengajarkan anak2 tidak jujur tanpa kita sadari.

Alhamdulillah ke 3 anak saya adalah anak2 yang jujur. Mereka selalu berkata apa adanya tanpa di tutupi atau beban. Fa Insya'Allah saya sangat merasa aman dengan anak2 saya. Tidak ada keraguan sedikitpun pada mereka.

 Saya tidak habis fikir ada seorang ibu yang selalu khawatir menaruh uangnya. Takut di ambil anak2nya. Innalillahi..

Dimana letak imaan kalau sama anak sendiri merasa tidak aman ??

3. CERDAS, adalah kemampuan seorang ibu dalam melihat kondisi anak-anaknya. Nah dalam hal kecerdasan ini, ibu-ibu wajib punya ilmu penunjang. Harus bisa melihat cela untuk bisa memperbaiki taraf hidup anak-anak. Kalau sekiranya ibu butuh beli buku-buku buat anak2nya, tapi uang minim. Harus cari cara agar bisa beli buku. Misal menyisihkan sedikit uang belanja di tabung lalu buat beli buku. Atau harus bisnis kecil2an berjualan apapun untuk membeli buku2 tersebut.  Ini hanya contoh sederhana. Kecerdasan seorang ibu ingin menjadikan anak2 nya sukses. Setiap hari harus cari cara untuk meningkatkan kualitas ilmu dan iman diri kita serta keluarga. Selalu berorientasi akhirat itulah kecerdasan.

Cerdas itu mampu belajar apapun demi kemajuan dirinya. Demi kebaikannya.

Jadi menurut saya, CERDAS itu mampu menutupi kekurangan/kelemahan kita agar menjadi lebih baik di mata Allah.

Kecerdasan bisa juga bermakna mensinergikan semua ilmu yang kita pelajari untuk meningkatkan keimanan kita. Bisa menggunakan Facebook misalnya. Gunakan buat ibadah, misal buat silaturahim, berdakwah, mencari ilmu, berbisnis. Bukan buat bermaksiyat pada Allah...

Intinya selalu punya cara dan akal agar setiap hari hidup kita menjadi baik karena Allah.

Ibu-ibu shalihah..
Demikian sedikit ketikan saya pagi ini. Semoga yang sedikit ini ada manfaat fiddunya wal akhirat.

I'm not amazing mother, but I want be amazing mother. Then everytime learning always..

Salam Cinta

Read More

PATUNG BUDHA TIDUR MAHA VIHARA MOJOPAHIT TROWULAN





Patung budha tidur Maha vihara Mojopahit Trowulan ini terletak di desa Bejijong Kecamatan Trowulan KabupatenMojokerto, berada di tengah perkampungan yang dekat sekali desa persawahan yang menjadikannya mempunyai suasana yang tenang dansejuk khas pedesaan.
Nama wihara (orang jawa lebih suka dan lebih umum menyebutnya) adalah Maha vihara Mojopahit, bangunannya seperti kebanyakan bangunan di jawa yaitu bergaya Joglo dibangun awalnya hanya untuk kegiatan keagamaan Budha, namun pada perkembangan yang lebih dewasa ini memunculkan potensi yang cukup baik dari sektor pariwisata, dengan dibukanya secara umum dan semakin banyaknya orang yang mengujungi wihara ini, tak hanya orang yang beragama budha saja melainkan semua orang mau beragama apapun bisa memasuki area ini.

Menurut orang ini adalah patung sleeping budha terbesar di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah patung sejenis yang berada di negara Thailand dan Nepal, karena saya sendiri belum pernah pergi ke negara tersebut untuk membandingkannya, dan hanya pernah berkunjung ke Trowulan saja. Sleeping budha statue disini ukurannya sendiri mencapai 22 meter untuk panjangnya, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter berwarna keemasan, yang dibawahnya ada kolam kecil berisi ikan yang mengelilinginya.
Selain patung sleeping budha juga ada miniatur candi Borobudur disini dan patung budha dengan posisi dan pose lainnya, semisal berdiri, duduk dan sebagainya, juga ada relief di tembok sebelah belakang dari bangunan vihara yang menceritakan kehidupan sang budha.
Untuk lokasi desa Bejijong sendiri sangatlah mudah dicapai berada di kecamatan Trowulan yang merupakan kawasan yang diyakini menjadi tempat dari pusat kerajaan Mojopahit yang melegenda sehingga menjadikannya kaya akan potensi wisata selain ini yaitu candi Trowulan yang sangat bagus dan terawat seperti candi Brahu, candi Bajang ratu dan lain- lain.
Untuk mencapai kawasan Bejijong yang merupakan lokasi dari Maha vihara sangatlah mudah sekali, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, karena berada dekat sekali dengan jalur jalan raya lintas provinsi Jawa Timur. 


Read More

PANCASILA




Read More

DPD BKPRMI SURABAYA AUDIENSI DENGAN KADISPENDIK SURABAYA





Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM