إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيهِْ رَاجِعُوْن......َ Ikut belasungkawa atas wafatnya pak Andin Kadim anggota regu 3 rombongan 9 Laki laki SUB 34 Bulak Banteng wetan x/35 sidotopo wetan No porsi 1300409753 Mariadi karom 9 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau dan menerima amal ibadahnya serta dzuriyah2 nya dapat meneruskan perjuangannya Aamiin ... Kisah perjalanan sahabat ini diceritakan oleh Rudy Sugeng Prayitno Kepala SDN Bulak Rukem I No 258 Surabaya SELAMAT JALAN Inallilahi wa Inaihillahi rajiun Telah berpulang di Tanah Haram, bapak Andin Kadim, Senin : 21 Agustus 2017, Pk.12.00 WAS di Maktab/Hotel karena penyakit jantung. Jenazah dibawa ke Masjidil Haram untuk disucikan, dikafani, disholatkan, dan dimakamkam. Berangkat dari Maktab, Pk.20.00. Pengurusan Jenazah menjadi tanggung jawab Maktab, sebagai pihak yg tahu Prosedur di Arab Saudi. Selanjutnya pihak KBIH, KLOTER tidak tahu dimakamkan dimana. Alamat di KTP : Bulak Banteng Wetan X/35-Surabaya. Mengapa Kejadian ini Membekas di hati saya. Rabu, 16 Agustus 2017. Pk.17.00 sampai di Maktab/Mekkah dalam Perjalanan Panjang, Naik bus dengan kondisi berpakaian Ihram sejak pk. 04.00 untuk sholat subuh di Masjid Nabawi Madinah. Pk. 08.00 WAS, Miqat di Masjid Bir Ali-Madinah. Dengan tetap berpakaian Ihram, Pk.23.30. Jamaah Calon Haji KLOTER 34 Sub, KBIH Muhammadiyah Surabaya, Kelompok 2 naik bus dari Maktab/Hotel ke Masjidil Haram Untuk Melakukan UMROH PERDANA (Wajib). Sampai di Terminal Bus, semua berjalan beriringan sejauh 500 meter untuk Tawab mengelilingi Ka'bah dimulai dari Hajar Aswad. Putaran 1, Saya dan istri langsung terpisah dari Rombongan. Putaran ke-6, Kami bertemu dengan Pak Andin Kadim dan langsung menggandeng tangan saya yg juga terpisah dari Rombongan KBIH. Kami bertiga menyelesaikan putaran terakhir bersama. Saat Sholat Sunnah di tempat yg lurus dengan Maqam Ibrahim, kami saling menjaga. Usai Sholat, minum air zam-zam dan bertemu kembali dengan Rombongan untuk melanjutkan Sa'i dari Safa Ke Marwah. Karena tidak kuat menahan kencing, saya dan Pak Andin ke luar Masjidil Haram mencari Toilet. Istri, saya tinggal dengan Rombongan. Karena kelamaan mencari Toilet. Rombongan besar tidak sabar dan Sa'i di Lantai 2. Istri saya sendirian. Sekembalinya kami dari Toilet, petugas kloter mencari Jamaah Haji yg masih tertinggal untuk berkumpul di tempat istri saya yg sendirian. Anggota KBIH yg berjumlah 126, tersisa kira kira 15 orang dan mulai Sa'i di Lantai 1. Karena kondisi Jamaah yg tidak sama dalam hal FISIK, akhirnya kami bertiga. Pak Andin yg tidak didampingi Keluarga terus menggenggam tangan kanaku, sedang tangan kiriku menggenggam Istri. Kami bertiga berusaha menyelesaikan Perjuangan Siti Hajar yg waktu itu mondar mandir mencari kan air Minum untuk anaknya Ismail. Saya bayangkan alangkah beratnya di terik matahari waktu itu. Sekarang, kami Enak. Lantai berubin dan kondisi ber AC. Itu saja banyak JAMAAH yg kelelahan karena "NGOYO", berdesakan dan berebutan. Usai Sa'i, kami Tahallul dengan memotong sebagian rambut kanan dan kiri. Saat saya memotong rambut istri dan tidak boleh membuka jilbab, pak Andin juga ingin saya yg memotong rambutnya. Karena harus bergantian dengan istri, maka gunting saya tak berikan orang lain sehingga orang lain tersebut bergantian memotong dengan Pak Andin. Waktu, Pk.03.30 WAS, kami keluar Masjidil Haram dan dengan hati Gembira telah melaksanakan UMROH. Kenangan indah dengan orang yg sebelumnya juga tidak begitu akrab. Saya merasa bayangan Beliau tak pernah terlupakan. Secara tidak sengaja kami saling terikat. Ketika sudah terpisah dengan Rombongan, kami hanya SELALU Ingat : Hanya ALLAH yg menolong kita. Jangan takut, Allah selalu bersama baik suka dan duka. Hari ini, saat aku tulis. Aku menangis. Sahabatku belum sempat menunaikan Haji. Sudah harus menghadap sang Khalik. SELAMAT JALAN Sahabatku. Semoga Allah mengampuni dosanya dan mengangkat derajat nya disisi MU By : Rudy Sugeng Prayitno

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيهِْ رَاجِعُوْن......َ

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيهِْ رَاجِعُوْن......َ

Ikut belasungkawa atas wafatnya pak Andin  Kadim anggota regu 3 rombongan 9
Laki laki
SUB 34
Bulak Banteng wetan x/35 sidotopo wetan
No porsi 1300409753
Mariadi karom 9

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارْ
آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau dan menerima amal ibadahnya serta dzuriyah2 nya dapat meneruskan perjuangannya Aamiin ...


Kisah perjalanan sahabat ini diceritakan oleh Rudy Sugeng Prayitno Kepala SDN Bulak Rukem I No 258 Surabaya


SELAMAT JALAN SAHABATKU. ..

Inallilahi wa Inaihillahi rajiun

Telah berpulang di Tanah Haram, bapak Andin Kadim, Senin : 21 Agustus 2017, Pk.12.00 WAS di Maktab/Hotel karena penyakit jantung. Jenazah dibawa ke Masjidil Haram untuk disucikan, dikafani, disholatkan, dan dimakamkam. Berangkat dari Maktab, Pk.20.00.
Pengurusan Jenazah menjadi tanggung jawab Maktab, sebagai pihak yg tahu Prosedur di Arab Saudi.
Selanjutnya pihak KBIH, KLOTER tidak tahu dimakamkan dimana.

Alamat di KTP : Bulak Banteng Wetan X/35-Surabaya.

Mengapa Kejadian ini Membekas di hati saya.

Rabu, 16 Agustus 2017.
Pk.17.00 sampai di Maktab/Mekkah dalam Perjalanan Panjang, Naik bus dengan kondisi berpakaian Ihram sejak pk. 04.00 untuk sholat subuh di Masjid Nabawi Madinah.
Pk. 08.00 WAS, Miqat di Masjid Bir Ali-Madinah.

Dengan tetap berpakaian Ihram, Pk.23.30. Jamaah Calon Haji KLOTER 34 Sub, KBIH Muhammadiyah Surabaya, Kelompok 2 naik bus dari Maktab/Hotel ke Masjidil Haram Untuk Melakukan UMROH PERDANA (Wajib).

Sampai di Terminal Bus, semua berjalan beriringan sejauh 500 meter untuk Tawab mengelilingi Ka'bah dimulai dari Hajar Aswad.

Putaran 1, Saya dan istri langsung terpisah dari Rombongan.

Putaran ke-6, Kami bertemu dengan Pak Andin Kadim dan langsung menggandeng tangan saya yg juga terpisah dari Rombongan KBIH.

Kami bertiga menyelesaikan putaran terakhir bersama. Saat Sholat Sunnah di tempat yg lurus dengan Maqam Ibrahim, kami saling menjaga.

Usai Sholat, minum air zam-zam dan bertemu kembali dengan Rombongan untuk melanjutkan Sa'i dari Safa Ke Marwah.

Karena tidak kuat menahan kencing, saya dan Pak Andin ke luar Masjidil Haram mencari Toilet. Istri, saya tinggal dengan Rombongan.

Karena kelamaan mencari Toilet. Rombongan besar tidak sabar dan Sa'i di Lantai 2.

Istri saya sendirian.
Sekembalinya kami dari Toilet, petugas kloter mencari Jamaah Haji yg masih tertinggal untuk berkumpul di tempat istri saya yg sendirian.

Anggota KBIH yg berjumlah 126, tersisa kira kira 15 orang dan mulai Sa'i di Lantai 1.

Karena kondisi Jamaah yg tidak sama dalam hal FISIK, akhirnya kami bertiga.

Pak Andin yg tidak didampingi Keluarga terus menggenggam tangan kanaku, sedang tangan kiriku menggenggam Istri.

Kami bertiga berusaha menyelesaikan Perjuangan Siti Hajar yg waktu itu mondar mandir mencari kan air Minum untuk anaknya Ismail.

Saya bayangkan alangkah beratnya di terik matahari waktu itu.
Sekarang, kami Enak. Lantai berubin dan kondisi ber AC.
Itu saja banyak JAMAAH yg kelelahan karena "NGOYO", berdesakan dan berebutan.

Usai Sa'i, kami Tahallul dengan memotong sebagian rambut kanan dan kiri.

Saat saya memotong rambut istri dan tidak boleh membuka jilbab, pak Andin juga ingin saya yg memotong rambutnya.
Karena harus bergantian dengan istri, maka gunting saya tak berikan orang lain sehingga orang lain tersebut bergantian memotong dengan Pak Andin.

Waktu, Pk.03.30 WAS, kami keluar Masjidil Haram dan dengan hati Gembira telah melaksanakan UMROH.


Kenangan indah dengan orang yg sebelumnya juga tidak begitu akrab.

Saya merasa bayangan Beliau tak pernah terlupakan.

Secara tidak sengaja kami saling terikat. Ketika sudah terpisah dengan Rombongan, kami hanya SELALU Ingat : Hanya ALLAH yang menolong kita.
Jangan takut, Allah selalu bersama baik suka dan duka.

Hari ini, saat aku tulis.
Aku menangis.
Sahabatku belum sempat  menunaikan Haji.
Sudah harus menghadap sang Khalik.

SELAMAT JALAN Sahabatku.
Semoga Allah mengampuni dosanya dan mengangkat derajat nya disisi MU ( RSP)