Bedah analisis kompetensi UASBN PAI tahun pelajaran 2016/2017


Surabaya - sepuluh perwakilan GPAI  Sekolah dasar , enam perwakilan GPAI SMP , Delapan  GPAI Perwakilan SMA , Delapan GPAI Perwakilan  SMK dan delapan perwakilan PPAI  mengikuti kegiatan Bedah analisis kompetensi Ujian sekolah berstandart nasional ( UASBN ) PAI tahun pelajaran 2016/2017 , Kamis 16/2/17

Drs.Muafa.M.ag selaku kasi PAI kemenag  Kota Surabaya yang sekaligus sebagai ketua panitia kegiatan hari ini  menyampaikan " Salah satu dasar yang dipakai kegiatan bedah analisis kompetensi adalah UU no 20 ttg sisdiknas dll". Ujarnya 

" Tujuan diadakanya acara agar peserta memahami dan  mengetahui kisi kisi UASBN dan bisa membuat soal UASBN yang diikuti oleh pengawas PAI , guru perwakilan KKGPAI SD, MGMP SMP,SMA,SMKse surabaya " lanjutnya

Sebagai laporan kepada kepala kemenag kota surabaya bahwa Kekurangan SDM PPAI yang ada di Surabaya lebih dari sepuluh orang , Penambahan PPAI sudah diusulkan sebagai wujud peduli pelayanaan kemenag kota surabaya kepada disa terkait semoga bisa dicarikan solusinya 

DR.Haris Hasanuddin selaku kepala kemenag kota surabaya menyampaikan " Dalam kegiatan bedah kompetensi ini peserta bisa men sillent hp masing masing, terkait dengan UASBN PAI dengan pengawas silang baru dilakukan di tahun 2017 inu di Surabaya.

Peserta hari ini bisa menularkan ilmunya kepada anggota KKG dan MGMP yang belum bisa hadir hari ini, Bekerja di dinas harus mensyukuri nikmat yang sudah diberikan dengan begitu rezeki barokah akan terus mengalir kepada kita semua " ucapnya 

Drs .Leksono M.Pd selaku KABID diKanwil kemenag jawa timur memberikan beberapa nasehat untuk peserta bedah analisis kompetensi antara lain  ilmu yang sudah didapat hari ini bisa disampaikan ke siswa siswinya


Surabaya sebagai kota metropolitan diharapakan bisa menjadi uswah bagi GPAI yang ada di indonesia utamanya di jawa timur.

Perlu diakui juga bahwa GPAI SD usianya banyak yang lan sia , sedangkan di SMP,SMA,SMK masih muda muda , hal ini dikarena hingga 2019 presiden tidak akan mengangkat guru PNS dan sekolah sekolah tidak boleh mengangkat guru honorer.

GPAI GTT tetap optimis dan istiqomah dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik walaupun hibgga hari ini GTT belum bisa menerima TPP

Sebagai GPAI Niati jihad dan perjuangan dengan menata hati, GPAI di masyarakat dijadikan panutan dan tokoh masyarakat di domisili masing masing.

Lebih lanjut Leksono menyampaikan " Budaya pesantren selayaknya kita budayakan di sekolah sekolah kita dalam satu konsep " religion capture ". ( Bunda Tri  )