Warong Omah Sejarah (WOS)

Warong Omah Sejarah (WOS)


Jalanan yang sempit menuju woss baru pertama kali kutapaki tepatnya di gang masuk Jl. Plampitan VIII , walaupun gangnya sempit namun terlihat  bersih,  sejuk  , indah dan nyaman

Disebelah kanan jalan masuk ada masjid Plampitan bercat hijau yang nyaman untuk om mumun Ahmad Nafik Mundzir beribadah dhuhur didalamnya usai mengambil take di lodji peneleh

Kulihat sekeliling ....
Tepat disebelah masjid merupakan rumah mantan ajudan Ir. Soekarno  Presiden RI yang pertama dan beliau masih hidup hingga hari ini. 

Disebelahnya lagi ada rumah tua yang sangat indah , sama seperti rumah mewah yang ada didepannya , kesan pertama perkampungan lawas yang membuat siapapun yang datang langsung jatuh cinta .

Sesampai di rumah kelahiran Ruslan Abdul gani  aku makin terpana dan takjub melihat batu marmer dan plakat didepan rumah yang menandai bahwa rumah tersebut sebagai rumah cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah kota Surabaya .


Sambutan ramah dari mbak Rahmah Tondano Aristin ( keponakan Ruslan Abdul Gani ) Bersama suaminya semakin membuatku penasaran ingin masuk lebih dalam dan mencari tahu , ada apa ya didalam rumah Ruslan abdul gani , dan pertanyaan lain yang seakan menggelitik ku.

Kondisi luar rumah sudah bikin aku suka , maka kulanjutkan perjalanan masuk lebih dalam tepatnya di ruang tamu kuyakini bisa menjawab rasa penasaran ku .

Dan...
Dirumah yang Asri inilah lahir pahlawan Indonesia,  ensiklopedia hidup sejarah Indonesia,  lahir dan dibesarkan disini dari pasangan Doelgani dan Siti Moerad yang kemudian menjadi menteri penerangan RI  ( tahun 1963 - 1964 )

Segala perabotan yang ada masih asli , berusia ratusan tahun , banyak foto - foto sejarah yang menghiasi dindingnya .termasuk jam , lukisan kuno yang sangat bermanfaat untuk belajar sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah

Sejak tahun 2015 rumah Ruslan abdul gani yang dibangun tahun 1860 kemudian dijadikan warung omah sejarah ( WOS ) sesuai wasiat Ruslan abdul gani yang menginginkan rumahnya terbuka bagi masyarakat sekitarnya .

Namanya juga warung ada makanan dan minuman yang dijual dan disebut omah sejarah karena dibangun jual rumah ini kita bisa belajar banyak terkait sejarah Surabaya melalui peninggalan peninggalan sejarah sebagai bukti fisik perjuangan Ruslan abdul gani dkk

Terimakasih komunitas #lovesuroboyo hari ini aku bisa belajar sejarah Surabaya sekaligus melihat proses pengambilan gambar pada film " kartini di lamar " garapan om mumun  , mas candra , alanuari,  satrio jala,  syuriah,  pitaloca, Anik , bagus dkk dari divisi sosial budaya yang dikomandani cak oyot Kuwiakar.