Empat Pasal GR-nya Manusia

 Empat Pasal GR-nya Manusia


Kita itu, sebagai manusia, memiliki empat pasal GR yang serius sekali saat berurusan dengan Tuhan.


Pasal 1:


Saat kita sukses dan berhasil, kita GR sekali merasa bahwa itu karena kita, karena kemampuan kita, tapi apakah demikian sebenarnya? Tidak. Kita sukses dan berhasil karena Tuhan memberikan jalan keberhasilan tersebut. Boleh GR? Silakan, tapi orang-orang yang paham, memilih untuk bersyukur dan berterima-kasih. 


Pasal 2:


Saat kita susah hati dan gagal, kita GR sekali merasa bahwa itu ujian, cobaan dari Allah . Atau disebabkan orang lain, kesalahan orang lain, dan sebagainya. Tapi apakah demikian? Tidak. Kita susah hati dan gagal boleh jadi karena kita sendiri. Disuruh belajar dan sekolah, tidak mau. Disuruh bekerja dari yang kecil, malah gengsi. Untuk kemudian menghabiskan waktu sia-sia. Kebanyakan main HP. Masa' itu ujian dari Allah ? GR banget kan?


Pasal 3:


Ketika kita disuruh memberikan sesuatu, misalnya bersedekah, berbagi, kita GR sekali, menolak mentah-mentah. Bilang itu punya kita. Enak saja dibagikan. Tapi apakah demikian? Tidak. GR kita kebangetan. Bukankah bahkan diri sendiri itu bukan milik kita? Apalagi harta benda, lebih-lebih bukan. Termasuk pengetahuan, masa' kita jumawa mengaku itu ilmu kita? GR banget. Itu semua milik Allah , dikasih titip saja sama kita.


Pasal 4:


Ketika kita meminta, maka sebaliknya, kita ngotot, maksa. Lihat saja saat berdoa, sadar atau tidak kadang ngotot sekali. Seolah kita memang berhak. Apakah kita memang berhak? Tidak. Itu GR banget. Bahkan dibanding orang2 di dekat kita saja, boleh jadi kita sama sekali tidak masuk prioritas dikasih. Lagipula, memang kita yakin cara meminta kita sudah benar? Jangan2 GR banget, menganggap Allah seperti kerabat dekat, punya facebook, jadi bisa minta lewat facebook. Itu GR.