SYUKURI KEKURANGANNYA

 SYUKURI KEKURANGANNYA


"Semahal apa pun bantal yg engkau beli, tak akan mampu menggantikan rasa nyaman bahu seorang suami untuk bersandar." @uh


Banyak pasangan yg terkaget setelah berjalan sekian lama berkeluarga; "ternyata....". Menyadari setelah melewatinya. Tak jarang jika hal ini terjadi lalu gagal dlm menyikapi dan beradaptasi diri dgn pasangan, maka keruntuhan bangunan keluarga dimulai. 


Sungguh sikap yg paling elegan menghadapi kekurangan pasangan adalah syukuri & sabari. Syukuri kelebihannya dan sabari kekurangannya sebagai ujian bagimu. Boleh jadi juga syukuri apa yg terjadi, lantaran itu yg terbaik dari Allah Swt. Pasti ada hikmah terbaik bagimu. Dan sabari atas kekurangannya, karena boleh jadi itu yg terbaik di mata Allah Swt. 


Syukurilah kekurangan² pasanganmu, karena jika sedari awal tidak memiliki kekurangan² itu, mungkin sudah menikah dgn orang lain yg lebih baik darimu. Bukan jodohmu. Ingatlah bahwa orang yg baik akan Allah pertemukan jodohnya dgn orang yg baik. Bahwa kemudian kita menemukan kekurangannya, bersebab itu menjadi lahan pahalamu dgn kesyukuran dan kesabaranmu. 


Apalagi tidak ada orang yg sempurna. Maka lengkaplah pemahaman kita tentang "pasangan". Justru Dia tidak sempurna bila tidak ada di sisimu. Di sinilah keberadaanmu menjadi "pasangan" yg menyempurnakan posisinya. 


Tak mudah memang, tetapi bisa dimengerti. Tak gampang sungguh, tetapi banyak yg telah melampauinya. Yakinlah jika Allah ingin mengirim sesuatu padamu, pasti Allah menurunkan sebab bagimu sebelumnya. Bagi seorang mukmin akhirnya selalu yakin bahwa tak ada yang sia² atas segala sesuatu yg terjadi.


Wallah'alam bishowab...