WORKSHOP KTSP,EDS,RKT,PKG / PKB ,AKREDITASI


PROFESIONAL KERJA KEPALA SEKOLAH
SIAP TERAKREDITASI

I.   STANDAR ISI
1.      KTSP(1,3,5,8,10,11,12,23,24,95,98,99)
2.      Proposal Workshop KTSP (Susunan Panitia)( 2,4 )
3.      Silabus (Dokumen II) dan surat edaran dinas tentang Mulok (6,9,13,14,15 )
4.      Buku BP/BK->4kegiatan Konseling->belajar,pribadi,sosial,karier (7,97)
5.      KKM(17) (16, Notulen KKM)
6.      Kalender Pendidikan( 18,95 )

II.   STANDART PROSES
1.      Buku Supervisi Kelas Oleh KS (25,26,60)
2.      Bukti Fisik Hasil Supervisi ( 27,28 )
3.      Buku Program Supervisi ( 29 )
4.      RPP ( 19,20,42,43,137 )
5.      Pengamatan KBM ( 21,22 )

III.   STANDART KOMPETENSI KELULUSAN
1.      KKM (Ada hubungan dengan standart isi No. 2) ( 30 )
2.      Buku Kunjungan Perpustakaan (31,33 )
3.      RPP yang berhubungan dengan Pendidikan Alam Sekitar (Lingkungan)( 32 )
4.      RPP Bahasa ( 34 )
5.      RPP IPS ( 35 )
6.      Foto pentas seni,latihan tari,latihan musik,pameran(36)
7.      Tata tertib(37)
8.      Dokumentasi Upacara Bendera dan Upacara Hari Besar Nasional (Foto)( 38 )
9.      Buku UKS tentang Jum’at bersih ( 39 )
10.  PHBI (40)
11.  PHBN(41)
12.  Portofolio Siswa (44)
13.  Penghargaan calistung (45)
14.  Rata-rata hasil UASBN (46)

IV.   STANDART PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1.         File Ijazah Guru (47,48,54,61,62,63)
2.         Pengamatan KBM dan RPP (49)
3.         DP 3 (50,56)
4.         Notulen (51)
5.         Laporan Bulan (52)
6.         Sertifikat (53)
7.         SK Tingkat terakhir (55)
8.         Data siswa diterima di SMP 3th.terakhir (57)
9.         Administrasi koperasi,kantin (58)
10.     Dukumen kerjasama dengan orang lain (59,104)
11.     Surat tugas Pustakawan(64)
12.     SK tugas tenaga Kebersihan,Keamanan (65)

V.   STANDART SARPRAS
1.         Surat Tanah (66)
2.         Pengamatan (67,68,70,71,72,73,76)
3.         Kartu PLN/Surat InstalasiListrik(74)
4.         Buku Inventaris (77,78,83,84,85,82 (lab.ipa),UKS :86,87,Gudang 88,Olah Raga:90
5.         Keterangan Peruntukan Bangunan (IMB) (69,75)
6.         Inventaris Perpustakaan (79,80,81)
7.         Pengamatan( 89 )

VI.   STANDART PENGELOLAAN
1.         Rumusan Visi – Misi (91,92)
2.         Tujuan (93)
3.         RKS (4 Tahun) (94)
4.         Struktur Organisasi Sekolah(95,96)
5.         RKT(97)
6.         Kode Etik (95)
7.         Tata Tertib Sekolah(95,103)
8.         Jadwal Pelajaran(100)
9.         Sanpras (101)
10.     Program pengawasan (105)
11.     EDS(106,107)
12.     Dokumen Akreditasi(108)
13.     Buku program kerja KS (109)
14.     Email (110)

VII.   STANDART PEMBIAYAAN
1.         Bukti AnggaranPendapatan danPembelanjaan Sarpras (111)
2.         Bukti Pembelanjaan Pengembangan PTK (112)
3.         Buku KAS dan RKAS(113)
4.         Struktur dan Sistem Penggajian dan Daftar Penerima Gaji (114,115)
5.         LPJ BOPNAS dan BOPDA 1 tahun Sebelumnya (116,117,121,122,123,124,125,132,135)
6.         RKAS (102,118,119,120)
7.         Buku Pedoman Pengelolaan Keuangan(133)
8.         RKAS Selama 3 tahun Terakhir (134)
9.         Spanduk sekolah gratis (127,128,129,130)
10.     Notulen Rapat tentang sekolah gratis(131)
VIII.   STANDART PENILAIAN
1.         Sosialisasi Rancangan Penilaian(136)
2.         Bank Soal(138,139)
3.         Buku Analisis Evaluasi Belajar(140)
4.         Buku Penghubung (141)
5.         Program Remidi dan Pengayaan (142)
6.         Dokumen Pelaporan Hasil Belajar ke Dispendik (143,146,151)
7.         Buku Penilaian sikap(144,145)
8.         Berita Acara Hasil Rapat kenaikan Kelas dan Kelulusan(147,148,149,152,153,154)
9.         Bukti Undangan dan Daftar Hadir Penerimaan Rapot(150)
10.     Buku Tanda Penyerahan SKHUN(155)
11.     Buku Tanda Terima Penyerahan Ijazah(156)
12.     Berita Acara Rapat Penentuan PPDB (157)



Read More

PERPISAHAN KELAS VI SDN WONOKUSUMO VI / 45 SURABAYA









Read More

SEJARAH DRUMBAND HUZBUL WATHON KEBANGGAAN WARGA SUKOLILO



Berawal dari keinginan membentengi para pemuda dan kader-kader Angkatan Muda Muhammadiyah dari tindak kenakalan remaja dan Narkoba, maka timbulah gagasan dari untuk menggagas berdirinya sebuah drum band. Maka tepat pada tanggal 7 Januari 1987 dibentuklah sebuah drum band yang bernama Drum Band Hizbul Wathan Muhammadiyah Ranting Sukolilo Surabaya dengan jumlah anggota/personil 110 orang, yang terdiri dari para nelayan Sukolilo Kenjeran, Mahasiswa, Pelajar, Pemuda, Karang Taruna di Wilayah RW.II Kelurahan Sukolilo.
Dibawah pembinaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukolilo, diawal berdirinya Drum Band Hizbul Wathan (disingkat DHW) ini masih menganut aliran drum band klasik (kuno) dengan ciri permainan lagu-lagu mars dan menonjolkan permainan percusi dan alat tiup sangkakala, bellyra dan suling dan percusi berupa snare drum, tenor drum, bass drum dan cymball
Seiring dengan perkembangan jaman maka, sejak Desember 1989 Drum Band Hizbul Wathan berubah menjadi drum band yang modern dengan ciri khas permainan musik ala marching band. Dan dibawah pembinaan pelatih utama Bapak Khoirul Umar, maka drum band HW mulai meniti karier dengan mengikuti berbagai lomba / kejuaraan terbuka baik di tingkat Kota maupun di tingkat Nasional.
Adapun prestasi awal yang pernah diraih oleh DHW adalah Juara Runner Up pada Kejuaraan Drum Band / Marching Band Terbuka Nasional Piala Sri Sultan Hamengkubuwono IX tahun 1989 dan 1991 di Yogyakarta. Setahun kemudian DHW mengikuti Kejuraan Daerah Tingkat II Surabaya ke VII Piala Walikota Surabaya dan Alhamdulillah hasilnya jadi Juara Umum di klasemen Drum Band. Kemudian mengikuti Kejurda Tingkat I Propinsi Jawa Timur ke XIII Gubernur CUP tahun 1991 di Surabaya dan lagi-lagi jadi Juara Umum.
Selain kejuaraan Daerah, DHW berkali-kali mengikuti berbagai kejuaraan nasional terbuka diantaranya yang diselenggarakan oleh Jawa Pos, ITS, Telkom, Forum Dinamika Jakarta (FDJ), Menpora Cup, Kapolri Cup, Kapolda Cup dan seterusnya (lihat daftar prestasi).
Sebagai puncak prestasi yang pernah diraih oleh DHW ini adalah sebagai Juara Nasional pada Kejuaraan Nasional Drum Band / Marching Band ke VII dan VIII Kapolri Cup tahun 1994 dan 1996 di Jakarta.
DHW kerap kali mengisi kegiatan istimewah berupa Parade Surya Senja di Gedung Negara Grahadi Surabaya, dan Parade Senja di Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta pada 17 Desember 1990.
DHW selalu tampil dan menjadi primadona di arena Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke 42 di Yogyakarta, Muktamar Muhammadiyah ke 44 di Jakarta, Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Kota Malang Jawa Timur dan yang terakhir Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta tahun 2010.
Sejak tahun 1997 hingga tahun 2012, DHW praktis tidak ada aktivitas mengikuti kejuaraan lomba-lomba, mengingat para pemainnya sudah banyak yang bekerja, disamping itu dimasa-masa itu sulit mencari dukungan dana untuk membiayai kegiatan lomba-lomba. Sehingga Pimpinan waktu itu memutuskan untuk istirahat dari lomba dan pembinaan tetap dilakukan dengan berbagai latihan rutin, pentas/show dan consert.
Alhamdulillah di bulan Oktober 2013, DHW mencoba turun gunung lagi guna berpartisipasi mengikuti kejuaraan lomba Kirab Sumpah Pemuda Piala Gubernur Jawa Timur tahun 2013, alhasil Juara I kategori Colour Guard, Juara II kategori Baris Berbaris, Juara III masing-masing kategori Parade, Analisa Musik dan Paramandi.
Adapun sumber dana yang didapat oleh DHW untuk membiayai semua kegiatan tersebut diatas adalah berasal dari sumbangan warga besar Muhammadiyah Ranting Sukolilo, sponsor dan para dermawan muslim di Surabaya.
Top of Form
Bottom of Form






Read More

SAWANG SINAWANG



Sawang sinawang kata orang jawa. Maksudnya, kebahagiaan dan kesusahan orang lain hanya bisa dilihat (sawang) dari luar. Kenyamanan atau keenakan seseorang hanya dalam pandangan mata orang lain saja, berbeda dengan yang mengalami sendiri.



Seperti kami, selalu dipandang orang enak dan tak pernah kekurangan. Aku cukup mengamini dan mengucap alhamdulillah, karena kupikir hal tersebut adalah doa untuk keluargaku. Tapi orang tak pernah tau jika kamipun sama. Kerap kekurangan uang alias g punya uang. Kejayaan hanya dalam pandangan mata, mereka tak pernah tahu kebutuhan kami ataupun tanggungan kami.

Kerap kami memang menjadi jujukan mereka yang butuh uang untuk berhutang. Sekedar ratusan ribu atau jutaan. Jika yang berhutang saudara berat rasanya menolak. Kalaupun tak ada, selalu kami sisihkan semampu kami untuk membantu mereka walaupun tidak banyak sesuai yang mereka butuhkan. Bahkan pernah ada yang meminjam sekedar 25.000 padahal tanpa ia (yang hutang) tahu uangku cuma 30.000. Aku cukup membawa 5.000 asal bisa untuk isi dompet, kalau-kalau aku kehabisan bensin di tengah jalan.

Bagiku membantu tidak menunggu ketika harus ada uang. Keadaan g punya uang pun sebisa mungkin turut membantu. Bagaimanapun ketika orang berhutang minimal dia sudah mempunyai keberanian, keberanian untuk menungungkapkan hutang. Eh iya lho. Kerap kalo aku kehabisan uang dalam keadaan no money, justru aku lebih memilih kelaparan. Tidak belanja, suami cukup kuberi makan dengan lauk
sambal. Pernah ketika 3 hari sebelum gajian, uang belanja sudah menipis. Uang cukup untuk jatah rokok suami, akupun memutar otak bagaimana caranya kita bisa tetap makan tanpa belanja dari berhutang.

Seperti bulan ini, sejak awal bulan sudah pengeluaran habis-habisan untuk bayar kuliah anak nomer satu,membantu adik yang terlilit rentenir, dan acara lamaran adik yang nomer 7 belum lagi bulan ini banyak sahabat, kerabat yang menikahkan dan mengkhitankan. Sama sekali uang sudah menipis-pis-pis. Bagiku itu bukan masalah, untuk makan bisa diatur. Justru yang jadi pikiranku ketika orang berhutang sedangkan aku dalam keadaan g punya uang seperti ini.

kali ini saudara dari Ayah akan mengadakan resepsi pernikahan anaknya,beliau  datang untuk berhutang. Yang pertama uang yang dipinjam cukup besar, jelas aku tidak punya. Ini yang kadang disebut orang sawang sinawang, mereka tak menyadari bahwa ini masih bulan yang sama Tentu aku banyak pengeluaran. Namanya orang berhutang, yang mereka kedepankan adalah keberanian, entah berani atau memang memberanikan diri, mereka tak pernah mengetahui kebutuhan kami lebih besar bulan ini.

Hal inipun diulangi lagi, hari ini datang kepadaku lagi dengan maksud sama. Tapi lain, hanya sekedar 10.000 saja. Jangan dilihat kecilnya nominal. Justru aku melihat nominal 10.000 ini lebih urgent daripada yang ratusan ribu sebelumnya. Mungkin saking enggak ada uangnya, sampai untuk makan sang anak yang hanya 10.000 saja harus berhutang. Apesnya lagi aku yang diharapkan memberi hutang, justru tak punya uang sepeserpun. Semua lembaran uang terbawa suami. Ada, itupun uang koin dalam celengan botol yang tak pernah kubedol meski aku sendiri butuh uang. Ah, betapa tidak berharganya aku, dua kali mengecewakan. Mungkin yang kali ini dia lebih kecewa lagi, sirat wajahnya bisa mengatakan, betapa pelitnya aku uang 10.000 saja tak mau menghutangi. Kalaupun ada ngapain berhutang kalau cuma sepuluh ribu, aku ikhlas memberikan tanpa akad hutang.

Duh, aku sendiri menyesal. Tak bisakah uang gajian suami dimajukan Jumat pagi tadi? Atau hutangnya petang saja ketika suami sudah gajian?

Sak sugih-sugihe uwong mesti ono mlarate
Sak mlarat-mlarate uwong mesti ono celengane. 
Mulane uwong ojo mandang bondo. Kita tak pernah tahu, apa yang nampak di depan mata tidak berarti demikian.

























Read More

KTS SDN BULAK RUKEM I No.258 SURABAYA

 KTS (Kegiatan Tengah Semester) merupakan agenda rotin tahunan yang diselnggarakan oleh Pihak Sekolah dengan rincian bahwa bus ditanggung oleh sekolah, sedang Karcis masuk, Pemandu, serta Nasi untuk siswa ditanggung oleh wali murid. Tahun ini giliran kelas II. Pilihan Monkasel dan Tugu Pahlawan karena ingin memberikan ide agar siswa mengetahui bahwa Surabaya yang dikenal sebagai kota Indarmadi (Industri-Perdagangan-Maritim-Pendidikan) memiliki citra sebagai kota Maritim dengan adanya Monkasel. Sebagai kota Pahlawan, maka Tugu Pahlawan akan menyemangati perjuangan siswa tentang pengorbanan arek-arek Surabaya. Acara berlangsung hari Sabtu, tepat HUT kotaSurabaya yang ke-721.
Read More

© Copyright BUNDA TRI.COM